MALANG KOTA - Infrastruktur di Kota Malang kembali mendapat suntikan dana segar dari pemerintah pusat. Jika tak ada aral, Jalan Rajasa, Kedungkandang diperbaiki tahun ini. Anggarannya mencapai Rp 7 miliar.
Jalan Rajasa merupakan jalan kembar yang menghubungkan dua kecamatan. Yakni Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun. Letaknya berada satu jalur dengan Jalan Pasar Induk Gadang (PIG).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Dandung Djulharjanto mengatakan, pendanaan berasal dari Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IPJD). Pihaknya mengajukan rehabilitasi Jalan Rajasa ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU).
Nilai bantuan yang diusulkan mencapai Rp 7 Miliar.
”Usulan Kota Malang sudah lolos verifikasi di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BB PJN) Jawa Timur. Saat ini tinggal masuk tahap verifikasi di kementerian," ujar Dandung kemarin.
Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi ruas jalan. Perbaikan mulai sisi timur, yaitu jembatan Pasar Induk Gadang (PIG) hingga Simpang Tiga Jalan Mayjen Sungkono. Panjang jalan yang diusulkan sekitar 700 meter. Karena jalan kembar, total pengerjaan mencapai 1,4 kilometer.
Dandung menjelaskan, Jalan Rajasa dipilih karena salah satu jalur utama menuju kawasan industri dan permukiman padat penduduk. Selain itu, dia melanjutkan, juga akses menuju Terminal Hamid Rusdi. Tingginya volume kendaraan membuat kondisi jalan mengalami penurunan kualitas sehingga membutuhkan rehabilitasi.
"Setelah pengajuan, teknis rehabilitasi hanya dilakukan overlay," terang pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Awalnya Pemkot Malang mengajukan dua lapis aspal. Tetapi berdasar hasil penilaian teknis Kemen-PU, kondisi jalannya dinilai masih baik. Sehingga hanya disetujui overlay atau satu lapis.
Usulan perbaikan jalan ini bukan pertama kali. Tahun lalu Pemkot Malang telah mengajukan ruas Jalan Rajasa untuk mendapatkan perbaikan namun belum berhasil. Itu karena kalah bersaing dengan usulan daerah lain.
“Tahun kemarin (2025) kami belum berhasil. Sekarang kami ajukan lagi dan terus kami kawal agar mendapatkan prioritas,” tandasnya.
Di lain pihak, anggota Komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyoroti ada satu jalan yang sangat membutuhkan perhatian. Yakni ruas di Taman Slamet. Menurutnya, titik tersebut cukup lama tidak tersentuh rehabilitasi.
"Taman Slamet ini di pusat kota dan dekat dengan rumah dinas wali kota. Seharusnya mendapatkan perhatian lebih, untuk kenyamanan warga Kota Malang," tegas Arief.(adk/dan)
Editor : Mahmudan