Struktur Bangunan Kuno Ditemukan di Jalan Kemantren I Malang, Kemungkinan dari Kerajaan Majapahit

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 18:04 WIB
TEMUAN AWAL: Warga menunjukkan batu bata kuno yang ditemukan di Jalan Kemantren 1 Gang Soekarno-Hatta, Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, Minggu (19/7). Foto kanan, sejumlah struktur bangunan kuno dikumpulkan TACB Kota Malang untuk proses identifikasi awal. (Nabila Amelia/Radar Malang)
TEMUAN AWAL: Warga menunjukkan batu bata kuno yang ditemukan di Jalan Kemantren 1 Gang Soekarno-Hatta, Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, Minggu (19/7). Foto kanan, sejumlah struktur bangunan kuno dikumpulkan TACB Kota Malang untuk proses identifikasi awal. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Struktur yang diduga bagian dari bangunan kuno ditemukan di area rumah warga di Jalan Kemantren I Gang Soekarno-Hatta (Soehat) RT 7/RW 3, Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, Minggu (19/7).

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Rakai Hino Galeswangi menyampaikan, semula pihaknya mendapat laporan dari warga yang merupakan pemilik rumah. 

Menurut informasi pemilik rumah, sebelum terlihat, struktur itu tertutup oleh tegalan dan jalan setapak. Kemudian sebelum pandemi, dilakukan pembangunan saluran air. Saat itu mulai terlihat struktur bangunan. Namun, pemilik rumah belum mengetahui secara pasti. 

”Kebetulan saudara dari pemilik rumah itu bertemu dengan saya. Lalu yang bersangkutan bercerita soal temuan struktur,” sebut Rakai, kemarin (20/7). Setelah mendapat informasi, Rakai bersama perwakilan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Rendra langsung meninjau lokasi. 

”Saya kira hanya bongkahan pecahan. Namun setelah dikeruk sedikit, tampak sebagian struktur yang masih tertata berupa batu bata,” sambung dia. Dugaan sementara, struktur yang ditemukan di sana adalah bagian dari bangunan kuno. Bisa berupa bangunan suci, pagar, parit, atau rumah kuno masa klasik.

Namun, TACB Kota Malang belum bisa menyimpulkan sebelum dilakukan ekskavasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah 11 Jawa Timur. Terkait dengan asal muasal struktur, saat ini TACB Kota Malang masih melakukan kajian literatur.

Kajian literatur yang dilakukan meliputi tinggalan tertulis baik berupa sastra hingga prasasti terkait. ”Terutama tinggalan tertulis dari masa Kerajaan Medang sampai Kerajaan Majapahit akhir,” sebut Rakai.

Ada beberapa faktor yang membuat kajian literatur difokuskan pada masa-masa itu. Salah satunya karena temuan struktur di Kemantren itu seperti batu-bata yang ditemukan pada rentang masa Kerajaan Medang sampai Kerajaan Majapahit akhir.

Sebab pada masa lain seperti masa prasejarah, masa Kerajaan Sriwijaya, Taruma, atau masa klasik lainnya, tidak ditemukan informasi terkait adanya bangunan di wilayah Kemantren. Ditanya terkait kemungkinan batu bata memiliki kaitan dengan Prasasti Sukun yang pernah ditemukan di Kecamatan Sukun, Rakai menampiknya.

Rakai menjelaskan bahwa Prasasti Sukun berkaitan dengan sejarah dari daerah Ponorogo, Pacitan, dan sekitarnya. ”Prasasti tersebut kebetulan juga sudah pernah saya teliti. Tidak ada kaitannya dengan sejarah Malang Raya,” kata dia. 

Dia menambahkan, saat ini struktur yang ditemukan tetap dibiarkan seperti semula. Sebab ada pembangunan yang sedang dilakukan pemilik rumah. Namun jika nanti ada ekskavasi, bisa dilakukan penggalian di area lainnya. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
temuan bangunan kuno kemantren kota malang TACB Kota Malang Bangunan bersejarah