Mitra SPPG Sukoharjo Yayasan Batik Tulis Celaket Klarifikasi Dugaan Keracunan MBG di SD Negeri Kauman 1 

Nabila Amelia • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 19:24 WIB

 

MASIH DIDALAMI: SD Negeri Kauman 1 yang siswanya diduga keracunan MBG. Foto: Nabila Amelia / Radar Malang
MASIH DIDALAMI: SD Negeri Kauman 1 yang siswanya diduga keracunan MBG. Foto: Nabila Amelia / Radar Malang

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Keracunan yang diduga akibat makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Kauman 1 pekan ini masih didalami kasusnya. Sampai kemarin (26/7), Pemkot Malang masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikirim ke pihak sekolah di Jalan Kauman Nomor 1 itu. Sementara mitra SPPG Sukoharjo yakni Yayasan Batik Tulis Celaket angkat bicara.

Ketua Yayasan Batik Tulis Celaket Abdul Hanan Jalil menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. "Kami sebagai mitra BGN memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi," ucapnya saat dihubungi.

Hanan lalu menjelaskan bahwa aduan terkait keracunan disampaikan pihak SDN Kauman 1 pada Rabu (22/7). "Dari informasi sekolah itu case hari Selasa (21/7). Keesokan harinya, sekolah meminta agar dilakukan uji laboratorium karena ada beberapa siswa yang mengalami keracunan," jelasnya.

Keracunan tidak berlangsung sesaat setelah mengkonsumsi MBG. Melainkan saat para siswa sudah berada di rumah. Ada yang mengalami keracunan pukul 16.00, 22.00, bahkan 02.00.

Karena tidak langsung keracunan, Hanan turut mempertanyakan, makanan-makanan yang dikonsumsi setelah MBG. "Karena MBG juga kan tidak diizinkan untuk dibawa ke rumah. Jadi perlu dicari tahu juga makanan atau jajanan lain yang dikonsumsi para siswa," sambungnya

Setelah ada aduan, pihaknya akhirnya menyerahkan sampel makanan pada Kamis (23/7). Menu MBG saat itu ada nasi, capcay manis, telur ceplok kuah, tempe daun jeruk, dan susu.

Dengan adanya uji laboratorium, pihak SDN Kauman 1 juga meminta agar penyaluran MBG dihentikan sementara mulai Senin ini (27/7). "Namun untuk sekolah atau penerima manfaat lain tetap minta dikirim," terang Hanan.

Sebagai informasi, SPPG Sukoharjo melakukan distribusi MBG ke 34 penerima manfaat di TK Sejahtera, 61 penerima manfaat di TK Muslimat, 186 penerima manfaat di SDN Kauman 3, 804 penerima manfaat di SMPN 9, 812 penerima manfaat di SMPN 8, dan 18 siswat di SMP Azzahra. Satu lagi 51 penerima manfaat di SMA Azzahra. 

Ditanya terkait orang tua yang hendak melakukan uji laboratorium untuk memastikan kondisi anaknya, Hanan mempersilahkan. "Kami mempersilahkan," imbuhnya.

Sementara itu salah seorang orang tua siswa yang bernama Tino (bukan nama sebenarnya) menyebut bahwa anaknya menerima MBG pada Selasa berupa makanan dengan lauk telur. Selanjutnya Rabu berupa ikan tepung dan sayur. Kemudian, Kamis adalah ikan yang diolah hampir sama seperti Rabu.

"Mulai timbul gejala Kamis kalau anak saya," sebut Tino. Setelah timbul gejala, keesokan harinya yakni Jumat, anak Tino tidak masuk sekolah karena mengalami mencret dan demam tinggi. Pihaknya pun sudah melapor. Oleh pihak sekolah, anaknya diminta istirahat sampai membaik. (mel)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
sd negeri kauman Mbg malang makanan keracunan