MALANG KOTA –RADAR MALANG- Puluhan wartawan Malang Raya menggelar aksi protes di depan Balai Kota Malang kemarin (27/7). Mereka menuntut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencabut pernyataannya sekaligus meminta maaf kepada insan pers di seluruh Indonesia. Itu akibat pernyataannya saat berpidato di Harlah Ke-28 PKB menyebut wartawan sebagai londo ireng.
Aksi damai kemarin merupakan kolaborasi empat organisasi pers di wilayah Malang Raya. Yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang.
Rangkaian aksi protes kemarin, diawali dengan aksi tutup mulut dan berjalan mundur di area Alun-alun Tugu Kota Malang. Sembari membawa berbagai macam poster bertuliskan: Londo Ireng bukan Pers, hingga foto-foto pahlawan nasional yang punya latar belakang sebagai jurnalis. ”Kami ingin menegaskan frasa 'Londo Ireng' yang disematkan kepada wartawan sangat kontradiktif. Dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, banyak pahlawan nasional yang berlatar belakang jurnalis,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang Benni Indo.
Senada dengan Benni, Ketua PFI Malang Darmono mengingatkan, kritik adalah bagian dari fungsi kontrol sosial pers sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo sangat mencederai profesi jurnalis. ”Jika mengkritik dianggap melawan, presiden perlu diingatkan bahwa dirinya menerima mandat dari rakyat dan digaji dari uang rakyat,” ujar fotografer Jawa Pos Radar Malang itu.
Ketua IJTI Korda Malang Raya Hilda Daningtyas juga menilai ucapan presiden sangat melukai harga diri, independensi, serta marwah profesi wartawan. Menurutnya, sebagai kepala negara, seharusnya presiden tahu betul wartawan bukan kaki tangan asing. Profesi wartawan murni menghadirkan informasi yang jujur bagi masyarakat berdasar kode etik jurnalistik. ”Harus ada permintaan maaf yang terbuka kepada seluruh insan pers Indonesia,” pungkasnya. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo