”Lek bagi-bagi ojir ae ndhisiki, barang kongkon melok karnaval njaluk diwarneni.”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Istilah ini cukup familiar di kalangan pekerja pabrik rokok. Penggunaannya masih cukup masih sampai saat ini. Khususnya di kalangan ibu-ibu atau ’orang lama’.
Warnen bermakna pengganti. Biasanya digunakan untuk menjelaskan orang yang jadi pengganti rekannya yang libur. Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati mengatakan, warnen juga bisa bermaksud wakil.
”Dalam hal ini bisa mewakili, menggantikan untuk sementara waktu. Biasanya ini banyak digunakan untuk jenis pekerjaan informal,” kata dia. Ada juga yang memaknai warnen sebagai istilah pengganti pekerjaan rumah, biasanya merujuk pada asisten rumah tangga.
Warnen juga punya makna orang yang jabatannya masih belum tetap. ”Kemungkinan (istilah) itu dari Bahasa Jawa juga, tapi bisa juga serapan. Tapi yang jelas (istilah) itu sudah cukup lama,” tambah Restu.
Dalam Bahasa Jerman, warnen bermakna memperingatkan tentang bahaya atau risiko. Itu termasuk dalam kata kerja. Yang jelas, serapannya tidak berasal dari Bahasa Jerman tersebut. (biy/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang