Update Angkot Pelajar: Awal Agustus Ini Diupayakan Sudah Beroperasi, Ini Persiapannya  

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:51 WIB
TUNGGU REALISASI: Dua angkot ngetem di Jalan Trunojoyo, beberapa waktu lalu. Pemkot Malang bersiap mengoperasikan program angkot pelajar gratis dalam waktu dekat.
TUNGGU REALISASI: Dua angkot ngetem di Jalan Trunojoyo, beberapa waktu lalu. Pemkot Malang bersiap mengoperasikan program angkot pelajar gratis dalam waktu dekat.
 

 

MALANG KOTA – Selangkah lagi angkot pelajar di Kota Malang beroperasi. Persiapannya sudah mencapai 95 persen. Kini dinas perhubungan (dishub) tinggal menuntaskan sistem koperasi dan kesiapan armada. Jika tidak ada aral, Agustus ini mengaspal.

Untuk diketahui, program angkutan subsidi untuk pelajar melalui proses panjang. Dimulai dari pembicaraan pada 2025 lalu, kemudian dilanjutkan pembahasan regulasi yang baru rampung pada Juni 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, sebelum beroperasi, pihaknya ingin koperasi angkot benar-benar siap. Kesiapan secara administrasi maupun pemantauan.

”Koperasi angkot nantinya yang akan mengatur semuanya. Termasuk jadwal sopir angkutan pelajar,” ujar pria yang akrab disapa Jaya, kemarin.

Untuk itu, dia melanjutkan, sistem pengawasan terus dimatangkan. Tujuannya agar bisa memberikan layanan yang terbaik untuk pelajar.

”Koperasi harus memiliki sistem audit mengenai kinerja sopir maupun untuk membuat laporan,” terang Jaya.

Dia mengatakan, sistem penggajian subsidi berdasar kinerja sopir. Bukan jumlah siswa yang diangkut. Berdasar hasil kesepakatan dishub dengan paguyuban angkot, sopir akan mendapatkan subsidi Rp 6.200 per kilometer.

Semakin panjang jarak tempuh, semakin besar subsidi yang akan diterima masing-masing sopir.

”Mereka akan mendapatkan upah berdasar jarak tempuh per hari,” katanya.

”Kami akan kirimkan subsidi tersebut melalui koperasi. Kemudian mereka akan membaginya ke sopir," tambah pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Pria kelahiran Ambon itu menegaskan, setelah koperasi dinyatakan siap, artinya angkutan pelajar bisa segera beroperasi. Pihaknya tinggal melakukan sosialisasi kepada lembaga pendidikan.

"Harapannya, dalam waktu dekat bisa segera selesai. Kami menunggu kesiapan teman-teman angkutan," imbuhnya.

Di lain pihak, Ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang Stefanus Hari Wahyudi membenarkan bahwa persiapan pengoperasian angkot pelajar hampir rampung. Terkait teknis rute hingga besaran subsidi juga telah disepakati.

”Tinggal sedikit lagi berjalan. Kemungkinan awal Agustus ini bisa beroperasi,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Sam Obek itu menambahkan, saat ini para sopir angkot tengah memperbaiki armada masing-masing. Upaya ini agar pelajar lebih nyaman dan sesuai kriteria keamanan.

Dia menerangkan, armada yang telah memenuhi kriteria akan diberi penanda stiker. Kriteria tersebut di antaranya layak secara fisik, lolos uji Kir, dan lengkap administrasi. Termasuk kepatuhan dalam membayar pajak kendaraan.

"Mereka harus memenuhi syarat sesuai Kartu Pengawasan (KPs)," tandasnya.

Sam Obek menyampaikan bahwa program angkot pelajar dibagi ke seluruh trayek. Pihaknya mengupayakan setiap sopir mendapatkan giliran, sepanjang armadanya memenuhi kriteria dan ditandai dengan stiker.

Dia mencontohkan seperti sopir trayek LDG (Landungsari-Donoyo-Gadang). Terdata lima armada yang mengikuti angkot pelajar. Sedangkan sopir dan angkot yang memenuhi syarat ada 10 orang.

 "Minggu pertama sopir nomor satu sampai lima. Lalu minggu selanjutnya diganti sopir nomor enam sampai 10," papar Sam Obek.

Dengan beroperasinya angkutan pelajar, Sam Obek berharap kesejahteraan sopir meningkat. Sehingga angkot bisa bangkit secara perlahan.

"Pendapatan sopir angkot selama ini terus mengalami penurunan. Ini merupakan upaya baik dari pemkot," tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi mendorong pelaksanaan angkutan pelajar segera direalisasikan. Menurutnya, mandeknya realisasi program itu membuat gejolak di kalangan sopir. Dibuktikan dengan penolakan terkait Trans Jatim koridor dua.

"Anggaran sudah disiapkan Rp 1,9 miliar. Kami berharap ini (angkot pelajar) segera direalisasikan agar tidak menimbulkan kekecewaan sopir," tuturnya.

Dia menegaskan, penataan angkot tidak berhenti dengan angkutan pelajar. Dito menagih janji Pemkot Malang yang akan melakukan integrasi angkot dengan sistem feeder. Angkot bisa dimanfaatkan menjadi feeder Trans Jatim.

"Trayek harus ditata ulang sehingga transportasi masal dan angkutan lokal bisa saling mendukung. Bukan saling mematikan," pungkasnya.(adk/dan)

Editor : Mahmudan
angkot malang Subsidi angkot malang angkot pelajar