Gelar Rapat Koordinasi di Kota Malang, Dishub Jatim Pastikan Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya Tetap Jalan

Nabila Amelia • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:34 WIB
URAI MASALAH: Rapat Koordinasi digelar Dishub Jatim di Harris Hotel & Conventions. Sejumlah pihak turut hadir. (Nabila Amelia/Radar Malang)
URAI MASALAH: Rapat Koordinasi digelar Dishub Jatim di Harris Hotel & Conventions. Sejumlah pihak turut hadir. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Benang kusut koridor dua Bus Trans Jatim mulai terurai. Itu setelah Dishub Jatim menggelar rapat koordinasi bersama beberapa paguyuban angkutan di Kota Malang, kemarin (3/8). Rapat di Harris Hotel & Conventions itu juga dihadiri Komisi D DPRD Provinsi Jatim dan Komisi C DPRD Kota Malang. 

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung sekitar 3 jam, ada berbagai masukan yang disampaikan paguyuban angkutan. Mulai kekhawatiran akan kehilangan pendapatan dari para sopir angkot hingga masukan untuk memperbaiki operasional koridor satu Bus Trans Jatim.

Rapat koordinasi itu menghasilkan sinyal positif untuk rencana penambahan koridor dua di Malang Raya. Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Jatim Ainur Rofiq mengatakan, penambahan koridor dua akan tetap dilakukan.

”Di Kabupaten Malang sudah oke, tapi kami akan tetap kulo nuwun lagi. Sementara untuk Kota Malang segera kami selesaikan,” tegas Rofiq. Namun penyelesaian di Kota Malang harus diimbangi dengan beberapa aspek.

Aspek yang dimaksud meliputi rerouting trayek angkot, realisasi angkutan pelajar, dan keberadaan feeder atau angkutan pengumpan. Ketiganya harus diterapkan di Kota Malang.

Tujuannya untuk mengakomodasi operasional Bus Trans Jatim sekaligus para sopir angkot yang terdampak.

Rofiq menyebut untuk feeder, Kota Malang resmi mendapat jatah. Jatah yang dimaksud berupa anggaran atau dana stimulan. Nilainya antara Rp 3 miliar sampai Rp 6 miliar.

”Jadi nanti bentuknya bukan armada, melainkan anggaran. Dengan anggaran itu bisa membantu pemkot mengelola angkutan eksisting,” terang dia.

Namun, pihaknya tetap menyerahkan sepenuhnya pengelolaan anggaran kepada Pemkot Malang. Pemkot bisa menggunakan anggaran yang diberikan untuk peremajaan angkutan eksisting atau membeli angkutan baru.

”Ini sudah resmi. Seminggu yang lalu ibu gubernur sudah menandatangani bahwa pemprov membantu anggaran untuk feeder di Kota Malang,” tegas Rofiq.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menyampaikan, pemkot sudah menyiapkan kajian untuk feeder. Nanti, feeder menjadi angkutan pengumpang yang bisa mendukung operasional Bus Trans Jatim.

”Jadi kami dapat anggaran. Namun apakah anggaran itu dikelola untuk peremajaan angkot atau pembelian unit baru masih akan kami diskusikan,” tutur Jaya.

Rencana sementara, sebagian anggaran untuk membeli unit-unit baru, sementara sisanya digunakan peremajaan sejumlah armada eksisting. Itu agar ada pembandingnya.

Dengan anggaran tersebut akan membantu operasional feeder selama 12 bulan. Rencananya feeder akan beroperasi bersamaan dengan Bus Trans Jatim, yakni pada 2026 ini. Demikian pula dengan angkutan pelajar. Pemkot sudah menyiapkan anggaran untuk operasional angkutan pelajar pada 2026 dan 2027. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
bus trans jatim malang trans jatim koridor 2 malang raya dishub jatim bus Trans Jatim