Sisa Anggaran Bansos Tahun 2025 Rp 8,2 Miliar, Ini Penyebabnya

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:14 WIB
BELUM MAKSIMAL: Penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, beberapa waktu lalu.
BELUM MAKSIMAL: Penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, beberapa waktu lalu. (foto:Darmono)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG-Serapan anggaran belanja bantuan sosial (bansos) belum maksimal. Sepanjang 2025, penyerapannya belum mencapai 100 persen di sejumlah sektor. Saat ini, masih menyisakan anggaran Rp 8,2 miliar. Dari total pagu bantuan sosial sebesar Rp 17,7 miliar.

 Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan, sisa belanja bansos terbagi dalam empat program. Pertama, terdapat pada Sekretaris Daerah yang dialokasikan sebesar Rp 8,1 miliar. Namun, realisasinya di angka Rp 7,4 miliar.

 Tidak tercapai 100 persen karena sejumlah faktor. ”Ada penerima manfaat yang mengundurkan diri secara sepihak,” ujar orang nomor satu di Pemkot Malang itu. Menurutnya, untuk belanja bansos di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) sudah tercapai 100 persen.

Program yang dilakukan adalah bedah rumah. Dari pagu belanja Rp 1 miliar, terealisasi sebesar Rp 1 miliar hingga akhir 2025. ”Untuk belanja bansos kepada individu terealisasi 78 persen atau Rp 951 juta. Karena ada penerima manfaat yang meninggal dan pindah (domisili),” tutur Wahyu.

 Selanjutnya, sisa anggaran terbesar terjadi pada bansos untuk keluarga penerima manfaat. Jumlah anggaran yang tidak direalisasikan sebesar Rp 7,3 miliar. ”Tidak bisa terealisasi karena penerima manfaat yang seharusnya ditanggung APBD. Dialihkan mendapatkan BLT dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Serapan anggaran belanja bantuan sosial Pemkot Malang