Pemkot Malang Siapkan Antisipasi Kenaikan Harga Daging Sapi

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:32 WIB
KREATIF: Warga Tasikmadu Kota Malang Setia Anjar Irawan sedang memberi makan sapi. Inovasi pakan ternak membuatnya berhemat sampai Rp 6 Juta. (Darmono/Radar Malang)
KREATIF: Warga Tasikmadu Kota Malang Setia Anjar Irawan sedang memberi makan sapi. Inovasi pakan ternak membuatnya berhemat sampai Rp 6 Juta. (Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG-Pemkot Malang tengah menyiapkan antisipasi lonjakan signifikan harga daging sapi. Saat semakin tak terkendali, program Warung Tekan Inflasi akan kembali digulirkan. Anggarannya berasal dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

 Di pasaran harga daging sapi mencapai Rp 160 ribu per kilogram. Harga itu menunjukkan kenaikan Rp 10 ribu dari harga biasa. Kondisi tersebut sudah terjadi hampir sebulan belakangan.

 Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan, akan mengecek kondisi di lapangan. Sekaligus menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dia memastikan Pemkot Malang akan melakukan intervensi apabila kenaikan harga berdampak terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

 ”Ada anggaran tersendiri untuk menekan inflasi. Kami bisa menggunakan BTT,” terangnya. Sama seperti pengendalian harga cabai merah beberapa bulan lalu. Wahyu akan menyiapkan Warung Tekan Inflasi (WTI).

 Pemkot Malang bisa menjual harga lebih murah di pasaran. Dengan membeli komoditas dari luar daerah. Biaya angkut akan disubsidi dengan anggaran dari BTT. Namun intervensi harus ada pertimbangan matang. ”Kami akan mengecek dulu di lapangan seperti apa,” tandasnya.

 Pedagang daging sapi Pasar Klojen Umi Kulsum mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi sekitar tiga pekan terakhir. Sebelumnya, daging kualitas premium masih dijual Rp150 ribu per kilogram, namun naik Rp10 ribu.

 Dia menjelaskan, kenaikan harga dipicu sulitnya mendapatkan sapi hidup. Kondisi tersebut membuat para jagal harus berebut pasokan. Sehingga harga beli sapi ikut meningkat. ”Baru tahun ini harganya terus naik. Biasanya setelah Lebaran angkanya turun,” pungkas Umi. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Pemkot Malang Harga Sapi Warung Tekan Inflasi