Emas Perhiasan, Bawang Merah, dan Cabai Picu Deflasi

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 17:11 WIB
TURUN HARGA: Salah satu pedagang tengah mengupas bawang merah di Pasar Gadang, kemarin (5/8). (Darmono/Radar Malang)
TURUN HARGA: Salah satu pedagang tengah mengupas bawang merah di Pasar Gadang, kemarin (5/8). (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Selama bulan Juli lalu, harga komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, hingga cabai rawit menurun drastis. Itu terjadi karena pertengahan tahun merupakan musim panen. Akibatnya, laju inflasi di Kota Malang berhasil ditekan hingga mengalami deflasi sebesar 0,20 persen.

Selain tiga komoditas itu, secara umum juga terjadi tren penurunan harga emas. Itu berdampak pada produk turunan seperti emas perhiasan dan logam mulia yang banyak beredar di masyarakat. Ditambah lagi pada bulan Juli juga ada kebutuhan biaya sekolah sehubungan dengan tahun ajaran baru yang menghambat laju deflasi lebih rendah lagi.

”Penyumbang deflasi terbesar pertama yaitu bawang merah dengan andil 0,11 persen dengan penurunan harga 23,46 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifudin MSi. Posisi kedua ditempati telur ayam ras sebesar 0,08 persen dengan penurunan harga 8,27 persen. Selanjutnya ada emas perhiasan sebesar 0,07 persen dengan penurunan harga 3,09 persen. 

Deflasi bulan Juli memang didominasi penurunan harga sektor pertanian dan emas perhiasan. Namun beberapa komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan cabai merah juga mengambil andil cukup besar. Sebab, ada limpahan stok setelah musim panen pada periode Mei, Juni, dan Juli.

Santi, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Gadang menuturkan, harga komoditas tersebut sudah lama turun. Perkiraan sejak bulan Mei perlahan harga bawang merah makin murah. ”Sekarang per kilogramnya hanya Rp 28 ribu saja,” ujar Santi.

Padahal sebelumnya, harga bawang merah per kilogramnya bisa mencapai Rp 38 ribu hingga Rp 46 ribu. Terutama saat menjelang Hari Raya Idul Fitri pada Maret lalu. Harga bawang merah anjlok karena stok yang berlimpah di pasaran dan terus mendapat tambahan dari daerah Probolinggo. 

Tak hanya harga saja yang terus menurun. Jumlah peminat bawang merah di Pasar Gadang juga ikut menyusut. Itu sudah dirasakan Santi dan pedagang lain sejak awal tahun. Akibatnya, penjualan mereka menurun drastis karena kunjungan pasar yang sepi meski saat ini sedang musim panen dan harga bahan pokok murah. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
komoditas penting BPS Kota Malang Deflasi Kota Malang Deflasi