MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tiga kampus digandeng Pemkot Malang untuk kolaborasi di beberapa bidang. Yang pertama yakni Universitas Islam Malang (Unisma). Berikutnya ada Universitas Ma Chung dan Universitas Brawijaya.
Kolaborasi itu mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Secara formal, kerja sama ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dengan para rektor, kemarin.
Setelah penandatanganan, Wahyu Hidayat menuturkan bahwa kerja sama itu merupakan implementasi hexahelix. Dalam menjalankan program, pemerintah perlu dukungan dari pihak kampus. ”Karena jumlah mahasiswa sendiri hampir sama dengan jumlah warga asli. Maka dari itu perlu dukungan dari kampus,” ujar dia.
Tiga bidang itu, lanjut Wahyu, dianggap krusial. Dengan lebih banyak pihak yang ikut serta, manfaat yang dirasakan masyarakat tentu lebih luas. ”Kerja sama akan disesuaikan dengan visi-misi saya serta RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Malang,” jelasnya.
Rektor Unisma Prof Drs H Junaidi MPd PhD menyampaikan, ada dua bidang yang dikerjasamakan dengan pemkot. Yakni pada bidang pendidikan dan kesehatan. ”Untuk pendidikan, pemkot bisa memberikan subsidi khusus untuk warga Kota Malang. Sehingga jumlah sarjana meningkat,” terangnya.
Program lainnya, Unisma melalui Fakultas Ilmu Administrasi akan mempermudah ASN Pemkot Malang menempuh pendidikan lanjutan. Yakni pada jenjang pendidikan magister.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc mengatakan, pihaknya akan berfokus pada pemberdayaan lingkungan sekitar. Dengan program kampung lingkar kampus.
Melalui program itu, kampus akan memberikan kontribusi untuk sektor ekonomi dan kesehatan. ”Karena kami diterima baik oleh warga Kota Malang. Sehingga kami memberikan kontribusi, pertama untuk lingkungan di sekitar kampus dulu,” terangnya.
Rektor Universitas Ma Chung Prof Dr Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo MS MSc menuturkan, kerja sama bidang kesehatan dipilih karena kebutuhan dasar masyarakat.
Bersama pemkot, Ma Chung ingin menciptakan lebih banyak lulusan apoteker. Untuk memenuhi kebutuhan di bidang farmasi. ”Kami juga akan melakukan program cek kesehatan secara rutin kepada masyarakat. Bisa melalui acara seperti CFD,” pungkasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra