Bulan Ini Deteksi TBC di 153 Titik Wilayah Kota Malang  

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:15 WIB
TINGKATKAN PENGAWASAN: Salah satu warga Malang melakukan pemeriksaan paru untuk deteksi TBC di Puskesmas Cisadane, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
TINGKATKAN PENGAWASAN: Salah satu warga Malang melakukan pemeriksaan paru untuk deteksi TBC di Puskesmas Cisadane, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG- Tingginya angka penyakit Tuberkulosis (TBC) membuat Pemkot Malang menggencarkan program deteksi. Rencananya akan melakukan pemeriksaan di 153 titik tahun ini. Program itu akan berjalan mulai Agustus hingga Oktober.

 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menuturkan, ada temuan 200 kasus TB pada tahun 2026. Untuk mencegah semakin meluas, perlu pemeriksaan. Lalu dilakukan penanganan khusus pada warga yang terpapar. 

 Husnul mengatakan, pada tahun 2025 lalu, pengobatan kepada penderita TBC mencapai 85 persen. Pada tahun ini, target pengobatan mencapai 90 persen. Angka tersebut, sesuai dengan target nasional. ”Untuk keberhasilan pengobatan perlu pemeriksaan yang intens. Tahun ini, ada pemeriksaan di 153 titik,” ujarnya.

Terkait program itu, dinkes akan mengandalkan dua portable X-Ray. Satu unit merupakan milik RSSA. Sedangkan satu alat lagi merupakan bantuan dari pemerintah pusat. ”Pemeriksaan (yang dilakukan) di 153 titik itu hanya tiga bulan, kalau satu alat waktunya tidak cukup,” terang dia.

 Secara teknis, tidak semua warga akan diperiksa. Namun warga yang kontak erat dengan penderita TBC bakal menjadi sasaran utama. Satu titik, tes bisa dilakukan kepada 100 orang. ”Namanya tracing, jadi kami melacak apakah ada potensi penyebaran penyakit pada orang terdekat,” jelasnya.

Program deteksi sebelumnya, Dinkes Kota Malang menggunakan Skrining Sistematis TBC (SS-TB) mobile ke setiap kelurahan. Satu yang menjadi kendala, pemeriksaan ini menggunakan armada bus. Sehingga kurang fleksibel untuk masuk ke gang-gang kecil.

 Setelah dilakukan pengecekan, data temuan kasus akan diintegrasikan ke dalam aplikasi khusus. Melalui sistem tersebut, pemerintah di tingkat kewilayahan dapat memantau perkembangan kasus TBC secara langsung.

”Lurah dan camat bisa melihat wilayahnya yang terduga TBC ada berapa. Kemudian yang terdeteksi TBC berapa,” katanya. Lalu, persentasenya seperti apa, apakah tergolong rendah atau bagaimana. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
TBC Kota Malang dinkes kota malang