Pemkot Malang Impor 100 Sapi dari Australia  

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:21 WIB
PENUHI KEBUTUHAN: Sapi dari Australia yang didatangkan Dispangtan Kota Malang untuk menjaga stok di pasaran.
PENUHI KEBUTUHAN: Sapi dari Australia yang didatangkan Dispangtan Kota Malang untuk menjaga stok di pasaran.

 MALANG KOTA –RADAR MALANG- Pemenuhan kebutuhan daging sapi di pasaran dilihat Pemkot Malang tak bisa hanya mengandalkan pasokan lokal. Mengantisipasi itu, Pemkot akan melakukan impor 100 sapi dari Australia. Melalui BUMD Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas).

 Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan mengatakan, krisis daging sapi imbas dari beberapa faktor. Mulai dari dimulainya aktivitas sekolah dan perkuliahan. Serta peningkatan permintaan setelah dapur MBG beroperasi.

 Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan daging sapi, Slamet menyebut Perumda Tunas mendatangkan sapi hidup dari Australia. Sebanyak 100 ekor sapi ditargetkan masuk secara bertahap.

 Hingga pekan ini, sebanyak 35 ekor telah tiba di Rumah Potong Hewan (RPH) Tunas Kota Malang. ”Kalau minggu ini habis, akan ditambah lagi minggu depan,” kata Slamet.

Dia menekankan, proses impor tidak dilakukan langsung oleh Perumda Tunas. Melainkan melalui perusahaan-perusahaan yang telah memiliki izin impor sapi hidup. Sapi-sapi impor yang didatangkan Perumda Tunas selanjutnya dijual kepada para jagal di Kota Malang.

 ”Jagal yang memotong, kemudian menjual dagingnya ke pasar-pasar,” jelasnya. Menurutnya, Mekanisme yang dilakukan memang seperti itu.

 Selain pasokan yang dikelola Perumda Tunas, Slamet mengatakan, sejumlah jagal di Kota Malang juga mendatangkan sapi impor secara mandiri. Berdasar laporan yang diterima, terdapat sekitar 25 ekor sapi impor yang masuk melalui jalur itu.

 ”Kami masih berhitung kapan harus mendatangkan sapi impor berikutnya. Kami juga tetap mencari sapi lokal,” tandasnya. Menurutya, keputusan menambah impor akan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan. Melalui koordinasi dengan paguyuban jagal. 

Di sisi lain, Perumda Tunas juga harus menjaga keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan keberlanjutan usaha. ”Jangan sampai Perumda Tunas juga terlalu rugi. Karena fungsinya selain mencari keuntungan juga melakukan pengendalian harga dan menjaga pasokan,” tuturnya. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Impor Sapi Pemkot Malang dispangtan kota malang