Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:14 WIB
TREND POSITIF: Food Cort di salah satu Mal di Kota Malang ramai pengujung, kemarin. IKK pada Bulan Juli capai 126,8 poin. 
TREND POSITIF: Food Cort di salah satu Mal di Kota Malang ramai pengujung, kemarin. IKK pada Bulan Juli capai 126,8 poin. 

Dipengaruhi Ketersediaan Lapangan Kerja-Penghasilan 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi mulai meningkat. Itu terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di bulan Juli yang mencapai 126,8 poin. Angka itu meningkat dibanding bulan Juni lalu yang mencatatkan 123,8 poin.

Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) bulan Juli sebesar 114,5 poin. Angka itu juga ikut meningkat tipis dibanding bulan Juni sebesar 114,3 poin. Peningkatan itu dipengaruhi indeks ketersediaan lapangan kerja dan indeks penghasilan yang ikut meningkat.

 Baca Juga: Sisa Anggaran Bansos Tahun 2025 Rp 8,2 Miliar, Ini Penyebabnya

”Kami mencatat indeks penghasilan naik menjadi 120,0 poin dibanding Juni lalu yang masih 119,0 poin,” ujar Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Malang Indra Kuspriyadi. Indeks ketersediaan lapangan kerja bulan Juli juga meningkat hingga menyentuh angka 110,0 poin dari sebelumnya 103,5 poin. Hanya saja indeks pembelian barang tahan lama atau durable goods menurun menjadi 113,5 poin dari sebelumnya yang mencapai 120,5 poin.

Menurutnya, kondisi ekonomi di Kota Malang masih terbilang aman. Itu karena, seluruh indeks pembentukannya masih di atas 100 poin. Itu menunjukkan level optimistis terhadap kondisi ekonomi dari kalangan konsumen.

Melihat fenomena peningkatan indeks itu, Ahli Ekonomi asal Universitas Brawijaya Joko Budi Santoso SE ME menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus aktif bertindak. Salah satunya dengan mempercepat penyerapan belanja daerah. Khususnya pada sektor padat karya dan percepatan penyaluran program bantuan sosial (bansos) apabila ada.

Baca Juga: Rutin Update Penerima Bansos Setiap Tiga Bulan, Pemkot Malang Catat Ada 34 Ribu Warga Miskin

”APBD menjadi kunci untuk menstimulus perekonomian daerah,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya itu. Pemkot juga harus mampu menjamin pengendalian harga, khususnya di komoditas pangan. Tujuannya agar daya beli masyarakat tidak tergerus inflasi.

Penurunan daya beli durable goods menjadi strategi masyarakat untuk memprioritaskan kebutuhan barang yang lebih utama. Untuk itu, Pemkot dapat menambah penanganan penurunan daya beli ini dengan program-program yang mengurangi pengeluaran masyarakat. Sebagai contoh subsidi transportasi yang setiap hari bersentuhan dengan seluruh elemen masyarakat.

”Kalau ingin upaya jangka panjangnya, bisa dengan mendorong sistem perlindungan sosial jadi lebih baik,” lanjut Joko. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, hingga transportasi sudah terjamin dengan murah. Secara perlahan daya beli masyarakat juga akan ikut meningkat. (aff/gp)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Indeks Keyakinan BI ike IKK