MALANG KOTA, RADAR MALANG - Dalam satu bulan, KAI Daop 8 Surabaya mencatat ada 212.649 penumpang yang mengakses Stasiun Malang. Itu merupakan data yang tercatat selama bulan Juli.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono merinci, jumlah itu terdiri dari 103.233 penumpang yang naik. Sisanya 109.416 penumpang yang turun.
Mahendro melanjutkan, secara statistik, jumlah penumpang yang tercatat pada Juli 2026 lebih meningkat dibanding Juli 2025. "Peningkatannya satu persen. Kalau Juli tahun lalu ada 210.658 penumpang yang terdiri dari 102.800 penumpang naik dan 107.858 penumpang turun," kata Mahendro.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya mobilitas masyarakat melalui transportasi kereta api di wilayah Malang. Sebab, Stasiun Malang tidak hanya melayani masyarakat yang melakukan perjalanan dari dan menuju Kota Malang saja. Namun juga menjadi salah satu akses utama bagi pelanggan dari berbagai daerah untuk melakukan perjalanan wisata, pendidikan, pekerjaan, maupun keperluan keluarga. Menurut Mahendro, tingginya mobilitas pelanggan di Stasiun Malang itu sejalan dengan karakteristik Kota Malang dan wilayah sekitarnya yang memiliki beragam aktivitas masyarakat.
"Malang merupakan salah satu daerah tujuan perjalanan masyarakat, baik untuk kegiatan wisata, pendidikan, bisnis, maupun kunjungan keluarga," terangnya. Pada periode tersebut, KAI Daop 8 Surabaya memastikan seluruh aspek pelayanan terlaksana dengan baik.
Kesiapan yang dilakukan mulai dari sarana dan prasarana, pelayanan di stasiun, proses boarding, hingga pelayanan selama perjalanan. Seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna kereta api, KAI Daop 8 Surabaya juga terus menghadirkan berbagai kemudahan bagi pelanggan.
"Digitalisasi layanan menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis," sebut Mahendro.
Misalnya saja, dalam pemesanan tiket. Penumpang bisa melakukan pemesanan tiket melalui Access by KAI, website resmi KAI, maupun kanal resmi lainnya.
Selain itu juga ada informasi perjalanan hingga ketersediaan tiket. Lalu ada, penggunaan Face Recognition Boarding Gate di stasiun yang telah tersedia turut memberikan kemudahan bagi penumpang. Dengan teknologi tersebut, proses boarding bisa dilakukan dengan lebih cepat dan praktis.
"Khusus pelanggan diimbau untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di stasiun maupun selama berada di dalam kereta api," tegas Mahendro. Yakni dengan menjaga barang bawaan, serta memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan lansia selama perjalanan. (mel/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang