MALANG KOTA-RADAR MALANG-Pasar mobil listrik tumbuh dengan bagus pada tahun 2026. Di wilayah Malang, sejumlah diler mobil listrik mencatat penjualan yang positif. Salah satunya, PT Gatra Perdana Putra di Jalan Letjen Sutoyo.
Unit terbaru MGS5 EV yang mulai dipasarkan di Malang sekitar Juni lalu, saat ini sudah lebih dari 30 unit yang terjual. Selain itu, masih ada yang inden sebanyak 15 unit sekarang.
Tak kalah laris, Geely EX2 yang mulai dijual pada minggu keempat bulan Juli mencatat closing cukup tinggi. Sejauh ini sudah terkirim 10 unit dan sekitar 15 unit lagi masih proses. ”Paling laris untuk pendatang baru ada Wuling Aira, dijual mulai akhir Juli lalu, saat ini sudah ada 15 unit yang dikirim,” ujar Yudi Irawan Wijaya, Direktur PT Gatra Perdana Putra.
Sementara itu yang masih inden ada sekitar 40 unit. Yudi melihat, peluang pasar mobil listrik lebih luas. Satu penyebabnya, harga yang dibanderol cukup terjangkau.
Sebagai contoh unit Wuling Aira, harganya dibanderol mulai Rp 162 jutaan saja. Itu sudah bisa menempuh jarak hingga 200 kilometer saat baterai penuh. Tipe kedua, Rp 181 jutaan dengan jarak tempuh hingga 300 kilometer.
Menurutnya, segmen mobil listrik sudah menembus berbagai lapisan masyarakat saat ini. Untuk itu, Wuling juga menyediakan banyak tipe mobil ramah lingkungan dengan spesifikasi beragam. Seperti Wuling Darion tipe tertinggi, di bawahnya ada Wuling New Binguo EV mulai Rp 300 jutaan hingga New Air EV Lite mulai Rp 200 jutaan.
Penjualan mobil listrik yang positif juga disampaikan Supervisor BYD Haka Auto Malang Stefan Pranata. Pada tahun 2026, dilernya menutup penjualan mobil listrik sesuai target. ”Menginat subsidi dari pemerintah terus berjalan, jadi optimistis semester kedua makin naik penjualannya,” ujarnya.
Tipe yang digemari ada BYD Atto 1 dengan harga Rp 213 juta. Tipe lebih atas lagi ada BYD M6 dengan harga jual Rp 403 juta. Baru tipe tertinggi BYD Sealion mulai harga Rp 648 juta. Harga yang kompetitif dengan fitur melimpah dan body compact membuat ketiga jenis itu paling banyak dicari pelanggan BYD tahun lalu. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo