MALANG KOTA-RADAR MALANG-Animo masyarakat Malang Raya untuk memakai mobil listrik terus meningkat. Kondisi itu membuat pemasangan home charging yang terus melonjak. Total sudah ada 197 permohonan pemasangan dalam 7 bulan di Malang Raya.
Dari ratusan permohonan itu, dominasi pemasangan home charging ada di Kota Malang. Porsinya mencapai 80 persen. Dengan wilayah permintaan tertinggi di Kecamatan Klojen dan Lowokwaru.
Tiap bulan, lebih dari 25 pengajuan pemasangan home charging di Kota Malang. Paling banyak pengajuan pada Maret lalu, totalnya mencapai 40 pemasangan. Terbanyak kedua pada Juni lalu sebanyak 32 pengajuan.
”Lonjakan permintaan home charging sudah terasa sejak tahun 2025, saat itu dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” ucap Assistant Manager Komunikasi dan Umum PLN UP3 Malang Yudianti. Saat itu, ada 196 pelanggan di Malang Raya yang mengajukan pemasangan selama 2025. Sementara tahun ini baru 7 bulan sudah 197 pelanggan yang mengajukan.
Yudianti menilai, peningkatan itu disebabkan ekosistem mobil listrik makin solid di Kota Malang. Saat ini, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga makin mudah ditemui. Itu menambah keyakinan peminat mobil listrik.
Sementara itu, daya yang dipasang untuk home charging rata-rata berada di angka 7.700 VA. Pemasangan itu memang dikhususkan pengguna mobil listrik saja. Sementara pengguna sepeda listrik dan motor listrik biasanya hanya menggunakan layanan tambah daya saja.
Peningkatan pemasangan home charging selaras penjualan mobil listrik diakui oleh Yudi Irawan Wijaya, Direktur PT Gatra Perdana Putra. ”Seharusnya penjualan bisa lebih tinggi lagi, sayangnya customer masih harus inden,” ujar Yudi.
Saat ini banyak masyarakat berburu mobil listrik karena dinilai lebih hemat dari segi perawatan dan biaya operasional hariannya. Apalagi ditambah kenaikan harga BBM jenis pertamax. Selain itu, isu hemat energi yang digalakkan pemerintah juga memengaruhi minat masyarakat untuk beralih ke mobil listrik yang merupakan kendaraan ramah lingkungan.
Menurut Yudi, kunci berjualan mobil EV adalah harus pandai melakukan edukasi pelanggan. ”Kalau dihitung, biaya operasional bensin, oli, pajak, hingga busi dalam lima tahun bisa seharga mobilnya,” papar Yudi. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo