MALANG KOTA -RADAR MALANG- Peningkatan jumlah kendaraan saat musim mahasiswa baru (maba) menjadi perhatian serius Pemkot Malang. Itu menyusul, kehadiran mereka meningkatkan volume kendaraan. Jadi salah satu penyebab terjadinya kepadatan di beberapa jalan Kota Malang.
Sebagai antisipasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya, meminta maba tidak menggunakan kendaraan pribadi ke kampus. Dengan tujuan tidak meningkatkan kepadatan arus lalu lintas.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, hal tersebut masih bersifat imbauan. Belum sampai pada aturan tertulis. Dia mengakui masih banyak mahasiswa berasal dari luar Kota Malang memilih membawa kendaraan pribadi.
”Untuk saat ini sifatnya masih imbauan. Ke depan sangat mungkin ada aturan khusus,” ucapnya. Untuk mendukung gerakan itu, Pemkot Malang berupaya memperbaiki transportasi publik. Salah satunya dengan mendukung operasional Trans Jatim Koridor Malang Raya.
”Setelah angkutan pelajar, kami akan menggulirkan feeder. Ini bisa menjadi opsi transportasi umum untuk mahasiswa,” tuturnya. Dia mengatakan, saat transportasi publik sudah terintegrasi dengan baik, ada kemungkinan dilakukan pembatasan atau aturan lainnya.
Dishub percaya, aturan pembatasan kendaraan sangat memungkinkan ketika transportasi publik sudah berjalan baik. Selain imbauan kepada mahasiswa, sebelumnya dishub telah berkoordinasi dengan pihak kampus. Topik yang jadi pembahasan adalah mengatur tingkat kepadatan di sekitar kampus.
Dishub telah meminta pihak perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang besar membantu pengaturan lalu lintas. Kampus tersebut di antaranya, UB, UIN Malang, UM, dan Polinema. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo