MALANG KOTA – Makin banyak jumlah angkot yang dilibatkan dalam program angkutan pelajar. Itu karena jumlah angkutan pelajar berpotensi bertambah, dari sebelumnya 80 menjadi 160 armada. Meskipun begitu, anggaran yang disiapkan Pemkot Malang tidak berubah, yakni Rp 1,9 miliar.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menyampaikan, rencana penambahan armada setelah melihat kondisi terakhir. Alasan penambahan agar dampak positif program angkutan pelajaran dirasakan semakin luas.
Meskipun jumlah armada bertambah, dia mengatakan, anggaran dipastikan tidak berubah. Pihaknya akan menyesuaikan skema operasional. Rencananya, 160 armada akan dibagi dalam dua shift.
"Sekarang masih sekitar 80 armada. Kami tawarkan kepada teman-teman bisa mencapai 160," terang pria yang akrab disapa Ipung itu.
Dalam penambahan armada, dia menegaskan, tidak ada perlakuan berbeda. Dipastikan mereka harus memenuhi syarat yang ditetapkan. Yaitu lolos Uji Kir dan kartu pengawasan masih berlaku.
"Syarat itu sesuai perwal (peraturan wali kota)," jelasnya.
Dari kuota maksimal 160 armada, Ipung mengatakan, belum bisa maksimal terisi. Sebab terkendala seperti belum melakukan Uji Kir. Oleh karena itu, Organda mendorong para sopir mikrolet segera melaksanakan tes kelayakan kendaraan.
Menurut Ipung, kini pengemudi diberikan kemudahan. Karena tak perlu membayar biaya retribusi Uji Kir.
"Program ini berpotensi untuk meningkatkan pendapatan, sehingga teman-teman harus tertib. Jika tidak mau, tidak akan dipaksa," tandasnya.
Terkait dokumen koperasi, sudah diserahkan kepada Dishub Kota Malang. Satu yang krusial harus dipenuhi adalah audit dari kantor akuntan publik.
"Dokumen sudah lengkap, kami berharap program dijalankan paling lambat akhir Agustus," ungkap Ipung.
Di tempat terpisah, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan, pemilihan armada dan sopir diserahkan sepenuhnya kepada koperasi sebagai operator. Pihaknya memberi pedoman melalui perwali.
”Itu harus dipenuhi, tanpa terkecuali,” katanya. "Nanti yang mengatur armada dan siapa yang beroperasi juga koperasi. Istilahnya kami membeli jasa dari koperasi angkot," tambahnya.(adk/dan)
Editor : Mahmudan