Sport Tourism Jadi Pendongkrak PAD Kota Malang, Perputaran Uang Berpotensi Tembus Rp 1 Miliar

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 10:13 WIB
POTENSIAL: Sejumlah runners dari berbagai daerah mengikuti event lari  yang berlangsung di Kota Malang beberapa bulan yang lalu. (Darmono)
POTENSIAL: Sejumlah runners dari berbagai daerah mengikuti event lari yang berlangsung di Kota Malang beberapa bulan yang lalu. (Darmono)

 MALANG KOTARADAR MALANG- Event Sport tourism terus digenjot Pemkot Malang. Itu menyusul, mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat. Untuk satu event, diperkirakan perputaran uangnya bisa mencapai Rp 1 miliar.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, event sport lebih beragam saat ini. Sebelumnya Kota Malang banyak menyelenggarakan event lari, sepeda, dan futsal. Sekarang, event dari cabor padel, tenis, basket, dan bola voli juga sering digelar. Baik itu skala nasional maupun internasional.

 ”Penyelenggara event olahraga di Kota Malang tak perlu bingung fasilitas pendukung. Karena hotel bagus banyak, kemudian memiliki daya tarik kuliner,” jelasnya. Menurutnya, kegiatan olahraga yang digelar pihak swasta sejalan dengan visi pemerintah daerah. Yaitu program kerja 1.000 event tiap tahun dan Ngalam Tahes (Malang Sehat).

 Untuk mendukung penyelenggaraan event olahraga, Pemkot Malang mempermudah pengurusan perizinan. Saat menggunakan aset pemerintah, kemudahan peminjaman juga akan diberikan. Karena itu, dia optimistis PAD akan terus terdongkrak dengan adanya event olahraga.

 ”Kami yakin akan berjalan sampai akhir tahun. Meskipun efisiensi, kami bertahan melalui peningkatan PAD dengan menggelar event sport,” ujar Arif. Dia menyampaikan, berdasar laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta pelaku UMKM. Perputaran uang dari satu event bisa mencapai Rp 1 miliar.

 Wisatawan maupun peserta yang datang tidak hanya menggunakan fasilitas olahraga. Tetapi membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya. ”Kami berharap efek domino sport tourism ini terus meningkat perekonomian Kota Malang. Ketika sepi event tentu akan berpengaruh pada kondisi ekonomi, menjadi lesu,” tandasnya.

 Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi mengatakan, pengembangan sport tourism perlu digenjot. Karena Kota Malang memiliki banyak potensi. Baik dari sisi wisata, sejarah, hingga kuliner. ”Kemudahan perizinan memang perlu diberikan. Dengan kemudahan itu, semakin banyak pihak melirik Kota Malang,” tandasnya. 

Suryadi menambahkan, sebuah event sport diharapkan tidak sekadar seremonial. Harus memberikan dampak positif kepada pendapatan daerah maupun masyarakat sekitar. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
sport tourism Malang PAD Kota Malang event olahraga