MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pembahasan rute feeder atau angkutan pengumpan Bus Trans Jatim tampaknya bakal berlangsung cepat. Dinas Perhubungan (Dishub) sudah menyiapkan sembilan rute yang bisa digunakan untuk transportasi tersebut. Nanti, keputusan akhir berada di tangan Pemprov Jatim.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menuturkan, berdasar rapat terakhir bersama dishub provinsi, pihaknya diminta mengusulkan calon rute feeder. Kebetulan, dishub telah melakukan kajian sebelumnya. Ada sembilan rute yang dinilai berpotensi.
"Kajian rute itu merupakan langkah jangka panjang. Kalau dipakai semuanya silahkan, kalau memang tidak memungkinkan tidak masalah," ujarnya. Jaya menambahkan, apabila dalam pelaksanaannya terdapat rute yang dinilai kurang sesuai, konsep tersebut masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan feeder Bus Trans Jatim.
Terkait kemungkinan anggaran Pemprov Jatim hanya mencukupi untuk satu trayek, Jaya tidak mempersoalkannya. Menurut dia, bantuan untuk satu trayek tetap menjadi langkah awal. Dibandingkan tidak mendapatkan bantuan sama sekali. "Karena keputusan terakhir di provinsi kami hanya bisa mengusulkan. Nanti yang menentukan dishub provinsi," tambahnya.
Ditanya terkait contoh rute yang disiapkan, pria kelahiran Ambon itu masih belum mau mengungkapkannya. Sebab masih ada peluang terjadi perubahan dalam pembahasan bersama provinsi.
Rute itu akan disampaikan ketika mendekati kesepakatan dalam pembahasan persiapan feeder Bus Trans Jatim. "Rutenya kami sampaikan jika sudah mendekati pembahasan akhir, yang jelas kami sudah siapkan calon trayek. Pembahasan dengan provinsi akan terus berlanjut," jelas Jaya.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Anas Muttaqin meminta potensi operasional Bus Trans Jatim bisa ditangkap dengan baik oleh pemkot. Menurut dia, angkot dapat mengambil peran sebagai moda transportasi pengumpan yang menghubungkan masyarakat dengan halte atau titik layanan Bus Trans Jatim.
Dengan pola tersebut, warga tidak harus berjalan jauh untuk menjangkau transportasi massal tersebut. "Yang perlu dibangun adalah konektivitas antarmoda," ucapnya. Selain pembahasan trayek, Anas juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap layanan.
Transportasi publik harus memberikan pengalaman yang lebih nyaman kepada pengguna. Mulai dari kondisi kendaraan, kebersihan, ketepatan waktu hingga pelayanan pengemudi. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra