Gelar Karnaval, 1.073 Pelajar SMPN 4 Malang Pilih Tonjolkan Budaya Lokal

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 13:03 WIB
KOKURIKULER: Pelajar SMPN 4 Kota Malang membawa replika burung garuda dalam karnaval kemarin. (Darmono/Radar Malang)
KOKURIKULER: Pelajar SMPN 4 Kota Malang membawa replika burung garuda dalam karnaval kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Semarak perayaan HUT Kemerdekaan RI turut dilakukan sejumlah lembaga pendidikan. Seperti dilakukan SMPN 4 Kota Malang. Kemarin (20/8), 1.073 pelajar di sana menggelar karnaval yang disebut Gelegar (Gemilang Lestari Budaya, Gaungkan Makna Kemerdekaan).

Itu menjadi kali pertama SMPN 4 Kota Malang menggelar karnaval. Sebelumnya, peringatan kemerdekaan diisi dengan kegiatan seperti lomba, upacara, hingga kajian yang mengundang KH Ahmad Mujayyid.

Namun, pihak sekolah memutuskan untuk menyemarakkan kemerdekaan dengan karnaval. Menurut Kepala SMP Negeri 4 Kota Malang Pancayani Dinihari, ide menggelar karnaval bermula saat para guru mengamati siswa-siswi.

”Dari analisis rapor, nilai-nilai yang berkaitan dengan kebangsaan mengalami penurunan. Karena itu, kami ingin membangkitkan kembali pemahaman anak-anak mengenai kebangsaan,” ungkap Pancayani. 

Di samping itu, sekolah juga melihat ada pergeseran tren karnaval. Sebelumnya, karnaval cenderung memamerkan budaya-budaya lokal. Namun kini masyarakat lebih dominan menggelar karnaval dengan sound horeg.

Untuk itu, karnaval yang digelar oleh SMP Negeri 4 Kota Malang lebih menonjolkan tema-tema yang berkaitan dengan budaya Nusantara dan Bangsa Indonesia. Mulai dari kirab yang membawa simbol-simbol perbedaan agama, burung garuda, cucak lampah, hingga gunungan.

”Karnaval berlangsung di sepanjang Jalan Veteran. Para peserta kami berangkat dari sekolah, putar balik di depan Malang Town Square (Matos), putar balik lagi di depan Jalan Banten, hingga kembali ke sekolah,” beber Pancayani. Para siswa yang ditemani dengan guru-guru hingga orang tua diberangkatkan mulai pukul 08.00. Mereka berjalan sejauh 2,7 kilometer.

Selain karnaval, Pancayani menyebut bahwa peringatan kemerdekaan sudah berlangsung sejak 17 Agustus. Diawali dengan upacara yang dibuat mirip seperti upacara di Istana Negara maupun Balai Kota Malang.

Kemudian esok harinya dilanjutkan dengan rangkaian lomba, senam aerobik, dan puncaknya pada 20 Agustus. ”Untuk puncak kegiatan tidak hanya karnaval. Ada juga pentas seni,” sambung Pancayani.

Rangkaian perayaan Kemerdekaan RI bakal ditutup pada 21 Agustus. Saat penutupan, sekolah mengundang KH Ahmad Mujayyid. Pancayani mengungkapkan, karnaval yang digelar tidak sekadar hura-hura. Para siswa juga mendapat aspek kokurikuler. 

Alhamdulillah para orang tua maupun siswa mendukung semua. Pelaksanaannya juga berlangsung aman. Kami berharap karnaval ini bisa menumbuhkan semangat gotong royong, kemandirian, dan kebangsaan,” pungkasnya. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
karnaval SMPN 4 Malang Pancayani Dinihari karnaval malang hari ini SMPN 4 Malang