Rawat Fasilitas Olahraga, Pemkot Malang Buka Peluang Gandeng Pihak Ketiga

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:02 WIB
BUKA PELUANG: Stadion Gajayana jadi satu dari 22 fasilitas olahraga yang berpeluang dikelola pihak ketiga. (Nabila Amelia/Radar Malang)
BUKA PELUANG: Stadion Gajayana jadi satu dari 22 fasilitas olahraga yang berpeluang dikelola pihak ketiga. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ada 22 fasilitas olahraga di Kota Malang. Setiap tahun, seluruh fasilitas itu membutuhkan perawatan rutin. Namun karena keterbatasan anggaran, pemkot membuka sejumlah opsi perawatan seperti melalui kerja sama.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyebut, ada beberapa skenario yang diusulkan untuk perawatan sarana olahraga. ”Rencananya beberapa fasilitas olahraga ingin kami usulkan untuk kerja sama perawatannya dengan pihak ketiga,” sebut dia.

Namun, Arif masih enggan menyebut secara detail fasilitas olahraga mana saja yang diusulkan. ”Karena dari pihak ketiga masih tarik ulur. Mereka tentunya mempertimbangkan nilai sewa per tahun sesuai yang sudah ditetapkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang,” sambung dia.

Dengan demikian, pihaknya belum bisa menindaklanjuti. Namun, pihaknya membuka beberapa opsi untuk perawatan. Bisa dengan sistem sewa. Bisa juga dengan skema build operational transfer (BOT) atau sewa hingga kontrak.

Sembari menunggu skenario yang pas, pihaknya tetap mengupayakan perawatan menggunakan APBD. ”Dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2026 ini masih kami matangkan, sarana olahraga mana yang membutuhkan perawatan,” tutur pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Arif memberi contoh, pengajuan PAK akan digunakan untuk melakukan perawatan di Stadion Gajayana. ”Kami usulkan untuk perawatan lampu dan lapangan tenis,” tegas mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang tersebut.

Selain Stadion Gajayana, venue lainnya juga membutuhkan perawatan. Misalnya saja GOR Ken Arok yang harus dibersihkan secara rutin. Arif menambahkan, di samping perawatan, pihaknya juga memiliki pekerjaan rumah. 

Yakni merealisasikan target pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari sewa venue olahraga. ”Target tahun ini Rp 1,9 miliar, tapi sudah tercapai Rp 1,3 miliar. Kami optimistis bisa terpenuhi karena banyak yang sewa Stadion Gajayana untuk event-event,” pungkas dia. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
gandeng pihak ketiga Fasilitas Olahraga malang hari ini Pemkot Malang Kota Malang