MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pengembangan sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang mendapat perhatian khusus dari pejabat pemerintah pusat. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendorong pelaku ekraf memaksimalkan koperasi untuk memiliki badan usaha. Imbauan itu disampaikan dalam Festival Mbois 11, di Gedung Kartini, kemarin.
Ferry mengatakan, pelaku ekraf memiliki potensi besar untuk berkolaborasi dengan koperasi. Dia yakin, ketika sinergi itu dapat diwujudkan, ekosistem yang baik bakal tercipta. Salah satunya dalam bantuan permodalan.
”Salah satu yang menjadi keluhan masyarakat butuh modal untuk memulai usaha. Dengan membentuk koperasi, bantuan modal dari pemerintah akan lebih cepat terealisasi,” terangnya. Dia menekankan, koperasi cocok untuk segala lini ekraf.
Mulai dari ilustrator, animator, hingga konten kreator. Dengan bantuan modal dari koperasi, mereka bisa menghasilkan karya tanpa menunggu kontrak kerja dengan pihak lain. ”Kami sebelumnya mendorong koperasi di sektor wisata. Melihat di Kota Malang, ekraf ini paling potensial,” jelas Ferry.
Untuk itu, dia meminta kepala daerah bisa ikut mendorong komunitas maupun pelaku ekraf membentuk koperasi. Untuk selanjutnya, pengembangan akan dilakukan dinas terkait dan dewan koperasi di daerah. ”Kami bantu inkubasi bisnis sekaligus permodalan. Ketika membentuk koperasi, pencairan dari bank akan lebih mudah,” tambah dia.
Baca Juga: Tenaga Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Kunjungi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan bakal mendorong ekraf dalam membentuk koperasi. Dia menyebut ada tiga hal yang harus berjalan beriringan. Mulai dari UMKM, koperasi, dan ekraf. ”Karena sama-sama tumbuh dari semangat kebersamaan,” kata dia.
Wahyu memastikan pemkot akan mempermudah pelaku ekraf dalam mengurus koperasi. Mulai dari kemudahan perizinan, pendampingan SDM, hingga bantuan pengajuan permodalan. ”Dari 700 koperasi yang ada, sekitar 400 masih aktif. Kami dorong jumlah agar terus bertambah,” tuturnya.
Dia menambahkan, Festibak Mbois 11 tak hanya memfasilitasi pelaku ekraf. Koperasi dan pelaku UMKM dari segala penjuru Kota Malang ikut berpartisipasi. Sehingga menjadi penguatan ekosistem berbasis kerakyatan. (adk/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang