”Klambian kutungan, nendes kombet, karo nakam tempe penyet. Cocok jes,”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ungkapan ini dikhususkan untuk menggambarkan bentuk kaus yang tak memiliki lengan. Kutungan berasal dari kata dasar khutung.
Dalam Bahasa Jawa, khutung berarti terpotong atau buntung. Istilah itu khusus digunakan untuk menyebut bagian tubuh yang terpotong. Seperti kaki dan tangan.
Baca Juga: Lingua Franca: Mecetat, Satu Kata yang Memiliki Dua Makna
”Setelah beberapa waktu, kata dasar khutung kemudian berkembang. Saat ini ada istilah kutungan yang digunakan untuk menyebut baju atasan tanpa lengan,” terang Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, dalam sastra klasik Jawa, khutung juga memiliki arti lain.
Baca Juga: Lingua Franca: Moncok, Istilah Lawas yang Mulai Punah
Khutung disebutkan termasuk dalam kata kiasan untuk bodoh atau kurang pengalaman. Makna itu mengacu pada pengetahuan yang tumpul. Makna yang berbeda memang dimungkinkan dari istilah-istilah dalam Bahasa Jawa. (adk/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang