Dua Hari Berlatih Pose Ala Model Profesional

A. Nugroho • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:35 WIB
OTODIDAK: Faith Igaiza Kidake mengenakan gaun bertema recycled bikinan napi blok 2 Lapas Perempuan Kelas II A Malang, 12 Agustus lalu. (Lapas Perempuan Malang For Radar Malang)
OTODIDAK: Faith Igaiza Kidake mengenakan gaun bertema recycled bikinan napi blok 2 Lapas Perempuan Kelas II A Malang, 12 Agustus lalu. (Lapas Perempuan Malang For Radar Malang)

Faith Igaiza Kidake, Napi Asal Kenya Ikut Menyemarakkan Peringatan Agustusan

Faith Igaiza Kidake tidak memiliki latar belakang modelling. Namun, para narapidana yang satu blok dengannya di Lapas Perempuan Kelas II A Malang memintanya menjadi model untuk lomba 'Recycled Runaway: Turning Waste into Style' yang digelar Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. 

KOTA MALANG, RADAR MALANG - Para narapidana perempuan berkumpul di lorong Lapas Perempuan Kelas II A Malang, 12 Agustus lalu. Mereka membawa bendera dan pom-pom berwarna merah-putih. Sesekali mereka berinteraksi dengan petugas-petugas lapas. 

Namun interaksi itu berubah menjadi sorakan saat empat narapidana keluar secara bergantian menggunakan kostum masing-masing. Narapidana yang keluar di urutan pertama langsung menarik perhatian. Sebab, penampilannya berbeda dengan para narapidana lain.

 Baca Juga: Kembali ke Era Futuristik! Aespa Hadir di Roblox Hadirkan Event Fashion Show Digital hingga Meet and Great

Narapidana tersebut bernama Faith Igaiza Kidake yang merupakan warga negara asing asal Kota Nairobi, Kenya. Dengan percaya diri, Faith melenggang dari koridor sampai lapangan Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. 

Area itu memang dijadikan catwalk oleh petugas untuk lomba 'Recycled Runaway: Turning Waste into Style'. Sesekali Faith berhenti untuk berpose. Dia menampilkan kostum yang didominasi dengan warna merah dan putih. Kostum tersebut berupa atasan yang dibentuk seperti burung garuda. 

Di belakangnya terdapat sayap besar. Kemudian dipadukan dengan bawahan rok panjang berwarna merah. Penampilan Faith semakin meriah dengan headpiece yang dibuat seperti burung garuda. Selama melenggang di catwalk ala lapas, Faith banyak mendapat pujian.

 Baca Juga: Memperingati Hari Anak Nasional, 34 Anak Fashion Show Jadi Dokter di Ciputra Hospital Surabaya

”Mereka bilang kalau penampilan catwalk saya bagus,” kata perempuan berusia 32 tahun itu saat ditemui di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang pada 18 Agustus lalu. Dia merasa senang dengan respons dari sesama narapidana maupun petugas-petugas lapas. 

Padahal, awalnya dia merasa tidak percaya diri saat para narapidana di blok 2 memintanya untuk tampil. ”Aku akhirnya mau belajar dari hati. Kalau ikhlas pasti bisa belajar,” ucapnya dengan Bahasa Indonesia yang nyaris fasih.

Sebelumnya, Faith hanya pernah memiliki pengalaman membantu mengiklankan produk seni kriya. Itu dilakukan saat Faith masih ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Tepatnya pada 2023 lalu. Kemudian dia dipindah ke Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang hingga akhirnya dipindah ke Lapas Perempuan Kelas IIA Malang.

 

Penampilan di catwalk bukan buah perjuangannya saja. Ada kreativitas dan gotong royong para narapidana blok 2 yang membantu membuat kostum Faith. ”Untuk desain kostum dari narapidana yang bernama Alifianti Amalia,” jelas Faith. Setelah menemukan desain, para narapidana lain membantu mengumpulkan material.

Material yang dikumpulkan kebanyakan berupa kantong plastik berwarna merah dan putih. Ada yang diambil dari gudang lapas hingga stok kantong plastik yang disimpan oleh para narapidana setiap selesai berbelanja di koperasi. 

Kebetulan, konsep perlombaan memang dari bahan-bahan daur ulang. Tujuannya untuk memberikan edukasi terkait upaya meminimalkan sampah hingga menumbuhkan kreativitas para narapidana.

Berkat kerja sama dengan sesama penghuni blok, gaun yang akan digunakan Faith akhirnya jadi dalam satu minggu. Menjelang perlombaan, Faith juga berlatih berjalan ala model di catwalk. Sesekali para narapidana blok 2 membantunya mengoreksi pose. 

Biasanya dia berlatih setelah selesai kegiatan rutin dari lapas. Tepatnya sekitar pukul 16.00 atau 16.30. Latihannya hanya dua hari. ”Dalam satu hari, saya latihannya tidak lama. Mungkin sekitar 30 menit,” bebernya.

Setiap mengingat penampilannya di Recycled Runaway, keinginannya mempelajari modelling lebih lanjut semakin besar. ”Kalau diberi kesempatan, saya ingin bisa belajar modelling. Tidak apa-apa semisal harus belajar di lapas,” tuturnya.

Dia harus harus bersabar untuk bisa belajar modelling lebih leluasa. Mengingat masa hukumannya akibat perkara narkoba diputus selama 20 tahun. Sembari menunggu masa tahanan, dia banyak mengikuti kegiatan di lapas. 

Faith juga memutuskan untuk belajar menjahit. Kemudian pada momentum HUT RI ke-81, dia mengikuti lomba bersama para narapidana. Sejumlah lomba yang dihadirkan oleh pihak lapas seperti voli, zumba, opera, memasak, menyanyi, hingga modelling. 

Rangkaian itu berlangsung dari 7 sampai 19 Agustus. Faith pun terkesan dengan lomba-lomba yang ada. Pengalaman mengikuti lomba dalam rangka HUT RI ke-18 tidak dirasakannya saat masih tinggal di Kenya. Di Kenya, dia biasanya menyambut peringatan hari jadi kenegaraan dengan libur nasional. Selain itu, berkumpul bersama di stadion yang ada di Kenya.

”Kalau di Kenya kami berkumpul di stadion. Ada upacara, penampilan musik, hingga scouting. Lalu untuk para pekerja seperti guru biasanya dapat tambahan gaji,” terang Faith. Kendati demikian, peringatan hari jadi kenegaraan di Indonesia menurutnya juga tidak kalah meriah. (*/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Pose Ala Model Profesional Meriahkan Acara Agustusan berlatih catwalk