MALANG KOTA -RADAR MALANG-Jumlah penumpang kereta di Stasiun Malang kian meningkat. Untuk menunjang layanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana melakukan pengembangan kawasan. Tepatnya di wilayah bagian barat Stasiun Malang yang lokasinya berada di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pengembangan kawasan mempunyai beberapa tujuan. Salah satu yang utama, untuk menghadirkan lingkungan stasiun yang semakin nyaman, aman, dan tertata. ”Pengembangan kawasan itu sedang dipersiapkan. Rencananya dilaksanakan pada akhir tahun 2026,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Malang.
Agar pengembangan kawasan tersebut bisa berjalan dengan maksimal, KAI bakal melakukan pengamanan aset terlebih dulu. Diawali pengamanan aset yang berupa lahan dari kios-kios di sebelah utara stasiun dan depan patung singa. Rencananya, kawasan itu akan dijadikan area untuk parkir, pedestrian, hingga UMKM.
Selanjutnya secara bertahap mengarah ke sebelah selatan Stasiun Kota Malang. Lokasi yang berada di depan Restoran Ocean Garden itu akan dimanfaatkan untuk tempat penunjang aktivitas di stasiun. ”Kami ingin pengembangan Stasiun Malang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tapi juga mampu mengantisipasi pertumbuhan penumpang ke depan,” tegas Mahendro.
Namun sebelum dilakukan pengembangan, pihaknya akan memperhatikan aspek keselamatan, Lalu operasional, kenyamanan, sampai kebutuhan masyarakat. Dia tidak ingin aktivitas kedatangan atau keberangkatan di stasiun sampai tersendat.
Berangkat dari itu, Mahendro memastikan rencana pengembangan akan dilakukan secara terencana. Mempertimbangkan aspek teknis dan operasional. ”Kami akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan agar pengembangan kawasan Stasiun Malang dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” imbuh dia.
Rencana pengembangan kawasan Stasiun Malang sudah pernah dibahas oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Menurut Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Malang Anis Januar, di depan patung singa maupun Monumen Juang 45 perlu untuk ditata. Tujuannya, digunakan sebagai tempat untuk menunjang aktivitas di stasiun.
”Lokasi itu kerap digunakan mengantar atau menjemput penumpang. Juga kerap disinggahi angkutan online dan angkutan konvensional,” jelas Anis. Padahal, di sekitar sana sudah ada rambu larangan parkir. Tak hanya itu, ada banyak pedagang yang berjualan di pedestrian. Karena kondisi itu, perlu dilakukan penataan. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo