Pembangun Sekolah Rakyat Direncanakan Februari 2027  

Galih R Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:23 WIB
WAIT AND SEE: Para siswa SMRP 16 Malang mengatre makan siang. Tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 dimulai bulan Juli mendatang. (foto:Darmono)
WAIT AND SEE: Para siswa SMRP 16 Malang mengatre makan siang. Tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 dimulai bulan Juli mendatang. (foto:Darmono)

 MALANG KOTA-RADAR MALANG- Pada awal tahun 2027 nanti, Pemkot Malang berencana membangun gedung sekolah rakyat (SR). Salah satu, tujuannya untuk memaksimalkan proses belajar para siswa. Seperti diketahui, minat calon siswa masuk SR cukup tinggi tiap tahun ajaran baru.

 Selain itu, harapannya siswa SR tak perlu lagi untuk pindah ke Blitar untuk belajar. Pekan lalu (14/8), sebanyak 41 siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang dipindahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 02 Kota Blitar. Sejak dibuka pada Juli tahun lalu, sekolah ini belum memiliki gedung permanen dan menggunakan Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur.

 Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memastikan pemindahan siswa angkatan kedua ini bersifat sementara. Dia menjanjikan gedung sekolah permanen akan dibangun tahun depan. Rencana ini telah ia konsultasikan dengan Dinas Sosial Kota Malang dan Kepala SRMA 22 Kota Malang. ”Jika tidak ada halangan, pembangunan sekolah permanen akan masuk periode Februari,” ujarnya.

 Dengan tempat tinggal dan sekolah yang baru, Wahyu mendukung para siswa agar tetap mengikuti pembelajaran secara optimal. Meskipun terpaut jarak, tak boleh hilang semangat.

 Sementara itu, Kepala SRMA 22 Kota Malang Rahmah Dwi Norwita Imtihana mengharapkan, kegiatan pembelajaran di SRT 02 Kota Blitar tidak berlangsung lama. ”Semoga proses pendidikan nanti di SRT 02 Kota Blitar hanya bertahan 1 tahun. Kemudian bisa kembali ke Malang,” tuturnya.

 Keberangkatan siswa ke SRT 02 Blitar awalnya direncanakan akhir Juli lalu. Namun pada saat itu sarana dan prasarana di sana belum terpenuhi. Sehingga keberangkatan diundur pada Jumat lalu (14/8). 

 Sumiasih, salah satu wali siswa asal Kedungkandang, mendukung penuh proses pembelajaran anaknya di Blitar. ”Saya merestui, kan itu juga untuk anak-anak belajar,” ucap Sumiasih. (j1/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Sekolah Rakyat Menengah Atas Sekolah Rakyat Pemkot Malang