Ini Alasan Warga Griyashanta Malang Menambah Titik Blokade untuk Menutup Akses

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Blokade perumahan Griyashanta Malang (Darmono/Radar Malang)
Blokade perumahan Griyashanta Malang (Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA - Perjuangan warga Perumahan Griyashanta, Lowokwaru menolak pembukaan jalan tembus terus berlanjut. Setelah memblokade akses dari sisi timur perumahan, kini bertambah ke sisi barat.

Blokade di sisi timur bertujuan menghalangi kendaraan yang masuk dari gerbang utama Griyashanta. Tepatnya dekat jalan Soekarno-Hatta. Sedangkan blokade di sisi barat berbatasan dengan tembok pembatas perumahan.

Blokade dilakukan dengan cara hampir sama dengan sisi timur. Yakni memasang portal non-permanen. Pada portal berbahan bambu tersebut terpampang tulisan ”Jalan Perumahan Griyashanta Bukan Jalan Umum”. Kemudian ada banner yang berisi tulisan 'Dilarang Masuk, Uji Coba Selesai'.

Blokade akan berlanjut hingga ada kepastian mengenai polemik pembongkaran tembok griyashanta tersebut.

"Penutupan ini dilakukan sampai ada gugatan hukum yang kami layangkan diputuskan pengadilan," tutur Warga RW 12 Perumahan Griyashanta Soeparno kemarin.

Untuk sementara, warga hanya memasang pagar non-permanen. Jika keputusan pengadilan memenangkan pihak yang membobol tembok pembatas perumahan di sisi barat, portal akan diubah menjadi permanen.

”Kalau mendapatkan hasil baik dari pengadilan, kami akan membangun tembok kembali,” tandas dosen ITN Malang tersebut. Dia menerangkan, akses masuk Perumahan Griyashanta hanya melalui sisi utara. Yakni melewati Masjid Ramadan Griyashanta. Akses dibuka 24 jam untuk aktivitas warga.

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widajaja Saleh Putra menyayangkan tindakan warga. Sebab sesuai Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dia melanjutkan, jalan Perumahan Griyashanta sudah ditetapkan sebagai jalan umum.

Sehingga tidak boleh ada yang menghalangi kepentingan umum. Untuk sementara pihaknya belum merencanakan penertiban blokade tersebut. Pemkot Malang masih mengedepankan komunikasi dengan masyarakat.

”Kami tidak ingin terburu-buru membuka blokade. Kami akan memberikan pemahaman terlebih dulu. Kalau jalan umum tidak boleh dihalangi,” ucap Jaya. (adk/dan)

Editor : Mahmudan
warga griyashanta Griyashanta Malang blokade griyashanta