Pemkot Malang Siapkan Intervensi Harga Kebutuhan Pokok

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:04 WIB
BANDEROLNYA NAIK: Salah satu pedagang beras premium di Pasar Besar kedatangan stok baru, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
BANDEROLNYA NAIK: Salah satu pedagang beras premium di Pasar Besar kedatangan stok baru, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kenaikan harga sembako mendapat perhatian serius Pemkot Malang. Salah satu komoditas yang mulai mengalami kenaikan yakni beras. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pemerintah tengah mengkaji intervensi untuk menekan kenaikan harga. 

Dari pemantauan Pemkot Malang, di pasar tradisional harga beras premium mencapai Rp 83 ribu per lima kilogram. Harga normalnya Rp 79 ribu per kilogram. Persoalan tak hanya harga, namun juga persediaan di pasar yang mulai menipis. 

Seperti di Pasar Bunulrejo, dari 20 lapak beras premium, kini hanya lima lapak yang tersedia. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, rekomendasi pengendalian harga telah dibahas dalam Rapat High Level Meeting TPID, Rabu (26/8). Salah satu faktor yang turut memengaruhi kenaikan harga beras kondisi cuaca.

Hal itu berdampak terhadap ketersediaan maupun distribusi komoditas. ”Karena ketersediaan terbatas, membuat harga beras perlahan naik,” ujarnya. Pemkot Malang bersama Bulog Malang telah menyalurkan bantuan pangan mulai Rabu. Diharapkan dengan penyerapan oleh masyarakat, harga beras mulai melandai. 

Tak hanya beras, sejumlah komoditas lain juga mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Wahyu menuturkan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), ada dua komoditas lain yang mulai melonjak. Yaitu daging ayam ras dan cabai.

Kondisi tersebut akan segera direspons melalui TPID. Pemkot Malang terlebih dahulu melakukan pengecekan ke sejumlah pasar serta berkoordinasi dengan distributor. Hasil pemantauan tersebut bakal menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang paling tepat.

Pemerintah akan melihat apakah kenaikan disebabkan persoalan pasokan, distribusi, maupun faktor lainnya. 

”Salah satunya opsinya operasi pasar, langkah yang disarankan oleh pemerintah pusat. Karena lebih mudah menjangkau masyarakat dan memastikan ketersediaan,” tandas Wahyu. 

Pimpinan Bulog Cabang Malang Muhammad Nurjuliansyah Rahman menuturkan, selain memberikan bantuan pangan, pihaknya terus menggelontorkan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP itu termasuk golongan medium. 

”Beras SPHP yang dikirim ke pasar tradisional hampir 1.000 ton, khusus Kota Malang,” terangnya. Namun, naiknya harga beras premium itu dinilai Nurjuliansyah terjadi karena permintaan tinggi. Sehingga Bulog Malang tidak bisa memaksa masyarakat menggunakan beras SPHP.

”Penentuan akhirnya itu tangan konsumen, mereka mau beli beras premium atau medium. SPHP yang kami salurkan adalah medium,” jelasnya. Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP yang ditentukan Bulog adalah Rp 12.500 per kilogram. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
harga beras malang hari ini Pasar Besar Pemkot Malang