MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sejak 2018, warga RW 5, Kelurahan Arjowinangun menunjukkan kiprahnya di ajang yang berkaitan dengan kampung dan lingkungan. Tahun ini, mereka menjadi salah satu kampung yang masuk dalam daftar program kampung iklim (proklim) lestari.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Tri Santoso mengatakan, dalam proklim yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup (LH), ada empat kategori. Yakni pratama, madya, utama, dan lestari.
”Proklim lestari adalah kategori yang paling tinggi. Di Malang Raya, RW 5 Kelurahan Arjowinangun menjadi yang pertama masuk kategori proklim lestari,” jelas Trisan saat mendampingi RW 5 Kelurahan Arjowinangun dalam tahap verifikasi lapangan, kemarin (27/8). Untuk bisa sampai ke proklim lestari, ada tahap berjenjang yang harus dilalui.
Seluruh tahapan sudah dilalui RW 5 Kelurahan Arjowinangun. Dimulai dengan keikutsertaan dalam ajang Kampung Bersinar pada 2018. Saat itu, RW 5 Kelurahan Arjowinangun berhasil meraih juara pertama.
Kemudian, RW 5 Kelurahan Arjowinangun meraih capaian dalam Kampung Berseri di tingkat Provinsi Jatim. Baru dilanjutkan dengan proklim. Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi dalam proklim. Meliputi aktivitas yang dilakukan berlembaga.
Aktivitasnya berupa adaptasi dan mitigasi. Selain itu, kampung harus punya inovasi. ”Inovasi di sini ada minuman dari bunga telang, batik tulis, hingga sayur organik. Bahkan sayur organik sudah dipasarkan hingga ke Surabaya,” ungkap Trisan. Inovasi sayur organik pun sudah dites laboratorium.
Selain inovasi, ada penanganan masalah di masyarakat yang dinilai. Misalnya bagaimana warga menangani sampah, banjir, kebutuhan pangan, hingga penanaman pohon. Dari rangkaian yang sudah dilakukan itu, RW 5 Kelurahan Arjowinangun akhirnya mengikuti tahap penilaian secara administrasi, operasional, hingga verifikasi lapangan.
Verifikasi lapangan berlangsung di RW 5 Kelurahan Arjowinangun pada Kamis (27/8). Dalam verifikasi lapangan, RW 5 Kelurahan Arjowinangun mendapat pendampingan dari lintas sektor. Mulai dari perangkat daerah terkait, perbankan, hingga kampus.
Setelah mengikuti verifikasi lapangan, pihaknya tinggal menunggu hasilnya. ”Kami belum dapat informasi untuk waktu pengumumannya. Yang jelas RW 5 Kelurahan Arjowinangun harus bersaing dengan ribuan kampung dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan 1 dari 45 trofi,” tegas Trisan.
Sementara itu, Ketua RW 5 Kelurahan Arjowinangun Supriyadi menyatakan bangga dan optimistis dengan keterlibatan pihaknya dalam proklim lestari. Terlebih dengan inovasi-inovasi yang selama ini dikembangkan. Karena tidak hanya bermanfaat untuk internal warga, namun juga sudah dipasarkan.
”Sebagai contoh untuk sayur organik. Ada 12 jenis yang kami pasarkan,” sebut Supriyadi. Antara lain sawi daging, kangkung, sawi, dan banyak lainnya. Kemudian ada potensi lain yang menjadi unggulan. Seperti bunga telang biru. Untuk budi daya tanaman, pihaknya juga menggunakan pupuk organik. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra