Lingua Franca: Mengi

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:11 WIB
Mengi
Mengi

”Diabani oleh duwek langsung tangi, barang dikirimi tagihan macak mengi,”

KOTA MALANG, RADAR MALANG - Ini adalah istilah yang masuk dalam kategori onomatope. Atau, kata yang muncul dari bunyi-bunyian. Mengi diyakini sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

”Makna mengi adalah suara yang terdengar saat seseorang bernapas. Bunyinya ngiiik ngiiiik atau kadang mendesis atau kadang seperti siulan,” kata Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati. Dia menyebut bahwa istilah itu menggambarkan seseorang yang mengalami penyempitan saluran pernapasan.

 Baca Juga: Lingua Franca: Mecetat, Satu Kata yang Memiliki Dua Makna

Umumnya karena mengidap penyakit asma. Dugaannya, istilah tersebut muncul pada masa penjajahan bangsa Eropa dulu. Namun belum spesifik dari bangsa mana. ”Waktu itu banyak penyakit yang belum bisa tertangani,” imbuh dia.

Restu mengatakan, bahwa kosakata mengi sebenarnya umum di seluruh wilayah Jawa. Namun khusus di wilayah Arekan, termasuk di Malang, kata itu juga menjadi julukan bagi orang. ”Ada orang yang namanya Budi tapi dipanggilnya Budi Mengi karena punya asma. Keadaan seperti itu umum di Arekan karena di sini karena kulturnya cenderung tidak mudah tersinggung,” ujarnya. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
Kolonial Belanda Mengi onomatope Lingua Franca