Di Malang, Ongkos BBM Truk Pengangkut Mencapai Rp 13 Miliar dalam Setahun

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:25 WIB
Truk pengangkut sampah milik DLH Kota Malang siaga di TPS Madyopuro (Darmono/Radar Malang)
Truk pengangkut sampah milik DLH Kota Malang siaga di TPS Madyopuro (Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang direncanakan mendapat suntikan dana Rp 4 miliar pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Alokasi itu bukan untuk perawatan taman. Melainkan tambahan anggaran BBM truk pengangkut sampah.

Untuk diketahui, ada dua kebutuhan mendesak pada DLH Kota Malang. Pertama anggaran perawatan taman yang minim. Nominalnya hanya Rp 300 juta dalam setahun. Kemudian anggaran BBM truk sampah yang belum mencukupi untuk 12 bulan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran mengatakan, tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk menutup kekurangan BBM selama sisa 2026. Sebab berdasarkan perhitungan, kebutuhan BBM selama setahun mencapai sekitar Rp 13 miliar.

"Dalam APBD murni, anggaran BBM hanya Rp 8 miliar, sedangkan kebutuhannya Rp 13 miliar, sehingga kurang Rp 4 miliar untuk BBM," jelasnya.

Jika menggunakan APBD murni, dia melanjutkan, hitungan anggaran itu hanya sampai September depan. Dengan tambahan itu, operasional truk sampah diperkirakan bisa sampai Desember 2026.

Dia menjelaskan, kebutuhan BBM penting karena berkaitan langsung dengan tingginya aktivitas armada pengangkut sampah. Saat ini DLH memiliki sekitar 90 armada truk. Termasuk pengangkut sampah dan kendaraan pendukung operasional di TPA Supit Urang.

Khusus armada yang melayani pengambilan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) terdapat sekitar 48 unit. Lima armada di antaranya sudah rusak berat.

“Jadi yang operasional sekitar 43 untuk melayani 74 TPS. Sedangkan satu TPS rata-rata dua sampai empat kali pengambilan,” tutur Raymond.

Menurut Raymond, tingginya frekuensi pengangkutan tersebut membuat kebutuhan BBM menjadi salah satu komponen penting. Jika anggaran BBM tidak tercukupi, pengangkutan sampah berpotensi terhambat, bahkan lumpuh total.

"Kalau tidak ada anggaran BBM, sampah pasti akan menumpuk dan mengganggu kenyamanan," ungkapnya.

Dengan tambahan itu, Raymond memastikan pelayanan sampah dipastikan normal. Sementara di sisi lain, DLH juga mendapat dukungan sarana persampahan dari pihak swasta.

“Kami telah menerima bantuan dari Rumah Sakit (RS) Hermina berupa kontainer sampah. Ada dua dan sudah kami gunakan,” pungkas Raymond. (adk/dan)

Editor : Mahmudan
Armada DLH Armada sampah sampah kota malang