MALANG, RADAR MALANG – Karnaval Sanan akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, dengan melintasi sejumlah ruas jalan di kawasan Purwantoro, Kota Malang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arus lalu lintas sehingga pengendara motor maupun mobil perlu menyiapkan rute alternatif sebelum melintas di kawasan tersebut.
Rute Karnaval Sanan meliputi Jl. Sanan, Jl. Sulfat, Jl. Emas, Jl. Batubara, Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, hingga Jl. Tumenggung Suryo. Sejumlah ruas tersebut menjadi akses penghubung menuju berbagai kawasan di Kota Malang sehingga kepadatan lalu lintas berpotensi meluas ke jalan di sekitarnya.
Bagi pengendara yang tidak memiliki tujuan di sepanjang rute karnaval, memilih jalur alternatif dapat menjadi pilihan untuk menghindari titik kepadatan. Berikut beberapa rute yang dapat digunakan sesuai arah perjalanan.
Baca Juga: Gelar Karnaval, 1.073 Pelajar SMPN 4 Malang Pilih Tonjolkan Budaya Lokal
Dari Arah Utara (Blimbing atau Surabaya) Menuju Sawojajar
Pengendara dari arah Blimbing maupun Surabaya yang hendak menuju Sawojajar dapat menghindari Jl. Sunandar Priyo Sudarmo dan kawasan Jl. Sulfat yang menjadi bagian dari rute karnaval.
Dari pertigaan bawah Flyover Arjosari, kendaraan dapat mengambil arah menuju Jl. Raden Intan. Selanjutnya, belok kanan ke Jl. Simpang Panji Suroso yang berada di kawasan belakang Plaza Araya.
Dari ruas tersebut, perjalanan dilanjutkan ke arah selatan melalui Jl. Simpang Sulfat Utara di kawasan Pandanwangi hingga tersambung dengan Jl. Terusan Sulfat.
Pengendara kemudian dapat melanjutkan perjalanan menuju Jl. Danau Toba untuk mencapai kawasan Sawojajar. Jalur ini dapat menjadi pilihan agar kendaraan tidak perlu melewati ruas utama yang menjadi lintasan Karnaval Sanan.
Dari Sawojajar Menuju Pusat Kota (Alun-Alun Malang dan Sekitarnya)
Pengendara dari Sawojajar yang hendak menuju pusat Kota Malang juga dapat memilih jalur alternatif untuk menghindari kawasan Jl. Sulfat dan Jl. Sunandar Priyo Sudarmo.
Dari Sawojajar, kendaraan dapat diarahkan ke selatan melalui Jl. Ki Ageng Gribig, kemudian menuju Jl. Danau Jonge hingga tersambung dengan Jl. Ranugrati di kawasan Sanan.
Dari Jl. Ranugrati, pengendara dapat melanjutkan perjalanan ke arah barat melalui kawasan Sawojajar dan Jl. Danau Toba. Perjalanan kemudian dapat diteruskan menuju Jl. Untung Suropati untuk mencapai kawasan Rampal.
Setelah melewati kawasan Rampal, pengendara dapat menggunakan Jl. Panglima Sudirman untuk menuju Alun-Alun Tugu, Kayutangan, maupun kawasan pusat Kota Malang.
Dari Kawasan Sulfat Menuju Pusat Kota (Alun-Alun Malang dan Sekitarnya)
Pengendara yang sudah berada di kawasan Jl. Sulfat dan hendak menuju pusat kota dapat memilih jalur melalui sisi selatan untuk menghindari titik lintasan karnaval.
Sebelum mencapai simpang yang mengarah ke Jl. Sunandar Priyo Sudarmo, kendaraan dapat berbelok ke arah selatan melalui Jl. Batanghari atau Jl. Warinoi.
Ikuti jalur tersebut hingga tersambung dengan kawasan Jl. Ranugrati. Dari ruas ini, pengendara dapat melanjutkan perjalanan ke arah barat melalui kawasan Sawojajar dan Jl. Danau Toba.
Perjalanan kemudian dapat diteruskan menuju kawasan Rampal melalui Jl. Untung Suropati. Dari Rampal, pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui Jl. Panglima Sudirman menuju Alun-Alun Tugu, Kayutangan, dan kawasan Klojen.
Dari Sanan Menuju Kayutangan dan Pusat Kota (Alun-Alun Malang dan Sekitarnya)
Pengendara yang berada di kawasan Sentra Industri Tempe Sanan maupun permukiman Purwantoro dan hendak menuju pusat kota dapat menggunakan jalur dari sisi utara.
Dari dalam kawasan permukiman, kendaraan dapat diarahkan menuju Jl. Laksda Adi Sucipto. Setelah mencapai ruas tersebut, perjalanan dilanjutkan ke arah barat menuju kawasan Simpang Empat Blimbing.
Dari persimpangan tersebut, pengendara dapat mengambil Jl. Ahmad Yani ke arah selatan. Jalur kemudian tersambung dengan Jl. Letjend S. Parman, Jl. Letjend Sutoyo, hingga Jl. Jaksa Agung Suprapto.
Pengendara selanjutnya dapat meneruskan perjalanan menuju kawasan Celaket, Kayutangan, dan pusat Kota Malang tanpa harus melewati ruas Jl. Tumenggung Suryo yang menjadi bagian dari rute karnaval.
Menuju Permukiman Purwantoro dan Sanan
Sementara bagi pengendara yang justru memiliki tujuan di kawasan permukiman Purwantoro atau Sanan, akses menuju bagian dalam wilayah tersebut juga perlu diperhatikan.
Salah satu pilihan adalah masuk dari sisi utara melalui Jl. Laksda Adi Sucipto, kemudian mengambil jalur ke selatan melalui Jl. Teluk Grajakan.
Dari Jl. Teluk Grajakan, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan menuju Jl. Teluk Pelabuhan Ratu hingga masuk ke kawasan belakang Sanan, termasuk Jl. Teluk Bayur.
Jalur tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang hendak menuju permukiman di sekitar Sanan tanpa harus melewati ruas utama yang menjadi lintasan karnaval.
Siapkan Rute Sebelum Berangkat
Karnaval Sanan pada Sabtu, 5 September 2026, berpotensi memengaruhi arus lalu lintas di sejumlah ruas kawasan Purwantoro dan sekitarnya. Pengendara yang tidak memiliki kepentingan di sepanjang jalur karnaval dapat memilih rute alternatif sejak sebelum memasuki kawasan terdampak.
Bagi warga yang tetap harus menuju Sanan, Purwantoro, maupun kawasan di sekitarnya, pilihan jalur dapat disesuaikan dengan titik keberangkatan dan tujuan akhir. Pengendara juga perlu memperhatikan kondisi lalu lintas serta arahan petugas di lapangan karena situasi jalan dapat berubah selama pelaksanaan karnaval.
Baca Juga: Jadwal Karnaval Malang Raya Pekan Ini, Catat Lokasinya untuk Antisipasi Macet dan Sound Horeg
Dengan menyiapkan rute sejak sebelum perjalanan, pengendara dapat mengurangi risiko terjebak kepadatan di sekitar jalur Karnaval Sanan dan menyesuaikan perjalanan pada Sabtu, 5 September 2026.
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber