MALANG KOTA -RADAR MALANG- Jumlah kunjungan wisata hampir memenuhi target. Data Pemkot Malang per Juli 2026, angka kunjungan mencapai 2,6 juta orang. Sedangkan target tahun ini 3,2 juta kunjungan wisata.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan menyampaikan, jumlah kunjungan ini salah satunya dipengaruhi banyaknya event sport tourism. ”Kekurangan target kunjungan wisata tinggal 600 ribu orang. Kami optimistis bisa mencapai target,” ujarnya.
Wisatawan domestik masih mendominasi jumlah kunjungan wisata ke Kota Malang. Meski di sisi lain, terdapat tren peningkatan wisatawan mancanegara. Sejumlah destinasi ikonik jadi tujuan favorit, seperti Kajoetangan Heritage.
Arif mengatakan, kunjungan wisata tidak dapat dipisahkan dari pergerakan kawasan Malang Raya. Wisatawan yang menginap di Kota Malang, tidak selalu menjadikan wilayah tersebut sebagai satu-satunya destinasi. Misalnya bisa sebagai tempat transit, sebelum mengunjungi Bromo.
"Kadang ada juga menginap di Kota Malang, tujuannya wisata ke Kota Batu,” terangnya. Melihat kondisi itu, pemkot mengupayakan wisatawan tidak hanya memanfaatkan Kota Malang sekadar tempat transit. Salah satu upaya yang tengah dikembangkan Pemkot Malang adalah sektor sport tourism.
Pengembangan ini juga didorong program 1.000 event yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang. ”Agar event semakin banyak kami memberikan sejumlah kemudahan bagi penyelenggara. Terutama dalam aspek perizinan dan pemanfaatan fasilitas milik pemerintah daerah,” ucap Arif.
Menurutnya, proses perizinan akan dipercepat selama penyelenggara memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Kemudahan juga diberikan dalam penggunaan fasilitas yang dimiliki Pemkot Malang. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk aturan mengenai sewa.
Pemkot Malang juga tengah menyiapkan dukungan dari sektor perhotelan. Dalam waktu dekat, Disporapar berencana mengumpulkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Untuk membahas kemungkinan pemberian harga khusus bagi peserta event sport tourism.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi meminta kunjungan wisata tidak hanya sekadar angka. Namun harus memberikan dampak yang positif kepada warga asli Kota Malang. Terutama untuk sektor UMKM.
Suryadi menekankan, kemudahan tidak boleh hanya diperuntukkan untuk penyelenggara. Namun kemudahan harus diberikan kepada para pelaku UMKM. ”Event yang digelar harus berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kota Malang,” tegasnya. (adk/gp)
Editor : Galih R Prasetyo