Evaluasi Awal, Tiga Rute Angkutan Pelajar Masih Sepi Peminat

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:03 WIB
OPERASIONAL PEKAN PERTAMA: Sejumlah armada angkot pelajar memenuhi Balai Kota Malang untuk mengikuti sosialisasi dari Pemkot Malang, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
OPERASIONAL PEKAN PERTAMA: Sejumlah armada angkot pelajar memenuhi Balai Kota Malang untuk mengikuti sosialisasi dari Pemkot Malang, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Setelah beroperasi selama sepekan, beberapa poin evaluasi dari program angkutan pelajar mulai mencuat. Seperti disampaikan Harianto, Bendahara Koperasi AL Setia Kawan. Untuk diketahui, koperasi itu merupakan operator program angkutan pelajar. 

Salah satu tugas mereka yakni menyalurkan gaji dari pemkot kepada para sopir angkot. Komunikasi intensif rutin dilakukan Koperasi AL Setia Kawan dengan para sopir. Salah satu keluhan yang sering disampaikan yakni sepinya peminat di tiga rute. 

”Kalau laporan sopir, di rute 3, 8, dan 9 itu masih jarang pelajar yang menggunakan angkot,” kata Harianto. Rute 3 dimulai dari SMPN 15 Malang, Jalan Bukit Dieng, Jalan Raya Bandulan, Jalan Mulyorejo, dan finish di SMPN 30 Malang.

Rute pulangnya hampir sama. Bedanya melewati Jalan Raya Tebo Selatan, Jalan Pelabuhan Tanjung Priok, Jalan Pelabuhan Ketapang, Jalan Klayatan, Jalan S. Supriyadi dan finish di SMK Negeri 1 Malang (Janti).

Sedangkan rute 8 dimulai dari SMPN 24 Malang, Jalan Simpang LA Sucipto, SDN Pandanwangi 4, SDN Pandanwangi 2, SDN Madyopuro 1, dan finish di SMPN 22 Malang. Untuk rute pulangnya juga menjangkau SMPN 24 Malang.

Sementara rute 9 dimulai dari SMPN 15 Malang, Jalan Bukit Dieng, Jalan Budi Utomo, Jalan Jurang Wugu, dan finish di SMPN 30 Malang. 

Titik henti untuk rute 9 berada di TK Kartika Jalan Bandulan Gang 8, SDN Bandulan 3, Puskesmas Mulyorejo, dan SMPN 17 Malang. Selain rute yang sepi, beberapa sopir angkot juga menyebut ada beberapa rute yang peminatnya membeludak. Seperti rute yang melewati Alun-Alun Tugu. 

”Rute dengan titik awal di Kecamatan Kedungkandang juga ramai peminat,” tambah Harianto. Menindaklanjuti itu, Koperasi AL Setia Kawan bakal melaksanakan rapat evaluasi pada Jumat nanti (11/9). Itu dilakukan untuk melihat rute yang perlu penambahan armada angkutan pelajar. 

”Untuk angkot baru yang beroperasi pekan depan kemungkinan kami tugaskan di rute yang ramai,” kata Bingbing. Seperti diberitakan, pada pekan pertama operasional baru ada 66 sopir angkot pelajar yang beroperasi. Semua masih menantikan pencairan pembayaran pertama dari Pemkot Malang. 

Pencairan itu dijadwalkan pekan ini. Tepatnya setelah proses administrasi antara koperasi angkot dengan Bank Jatim rampung.

Untuk diketahui, program angkutan pelajar itu menggunakan skema Buy The Service (BTS). Yaitu Pemkot Malang membeli jasa kepada pengemudi angkot untuk mengangkut pelajar se-Kota Malang. 

Sesuai aturan, gaji tidak bisa langsung diserahkan sopir. Harus disalurkan melalui koperasi yang memiliki badan hukum. Sebelum Koperasi AL Setia Kawan ditunjuk sebagai operator program angkutan pelajar, sebelumnya ada empat koperasi yang dicalonkan sebagai operator angkutan pelajar.

Setelah proses verifikasi dan audit eksternal oleh kantor akuntan publik, Koperasi AL Setia Kawan dinilai paling siap. 

Harianto memastikan bahwa pihaknya sudah menyelesaikan perjanjian kontrak dan administrasi dengan Bank Jatim, kemarin (7/9). Setelah proses administrasi selesai, pencairan pembayaran bakal dilakukan kepada para sopir. 

”Pekan ini merupakan uang muka yang kami terima untuk operasional angkutan pelajar,” tuturnya. Uang muka itu tidak hanya digunakan gaji sopir saja. Ada biaya lain yang harus dibayarkan koperasi, salah satunya biaya sewa aplikasi. 

Aplikasi untuk angkutan pelajar itu didukung oleh Pemprov Jatim. Sistem tersebut hampir sama dengan yang digunakan Bus Trans Jatim. Mekanismenya, lewat aplikasi itu bisa dilihat posisi kendaraan secara real time. Selain mencegah kendaraan keluar jalur, aplikasi itu juga digunakan untuk menghitung gaji sopir. 

”Sesuai yang disepakati kemarin, sopir dibayar per kilometer sebesar Rp 5.300,” imbuh pria yang akrab disapa Bingbing itu.

Ditanya terkait besaran gaji sopir, dia mengaku masih belum mendapatkan data secara terperinci. Sebab, data jarak tempuh angkot masih di tangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.  (adk/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
angkot pelajar kota malang malang hari ini angkutan pelajar gratis Kota Malang angkot pelajar