MALANG KOTA –RADAR MALANG- Efek erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi pada 4-6 September terasa di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Fenomena alam itu menyebabkan sebaran abu vulkanis dirasakan masyarakat yang tinggalnya jauh dari Gunung Anak Krakatau. Salah satu dampak yang terasa, akses transportasi udara mulai terhambat.
Dalam kondisi itu, sebagian masyarakat akhirnya beralih menggunakan transportasi darat. Kereta api menjadi moda transportasi banyak jadi pilihan, setelah kendaraan pribadi atau bus.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, pihaknya mencatat ada kenaikan jumlah penumpang pada 6 September. Jumlah tersebut dibandingkan pada 30 Agustus lalu. ”Kenaikannya sebesar 15 persen. Pada 30 Agustus lalu, total ada 5.903 penumpang. Sementara pada 6 September ada 6.785 penumpang,” sebut Mahendro.
Kemudian pada 7 September hingga pukul 08.30, ada sebanyak 5.740 penumpang. Meliputi 2.597 penumpang naik dan 3.143 penumpang turun. Mereka bepergian dari beberapa stasiun di wilayah Kota Malang.
Selain melakukan pemantauan terhadap operasional kereta api, pihaknya juga mengimbau masyarakat yang akan bepergian. ”Kami mengimbau penumpang untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan. Salah satunya dengan menggunakan masker,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Prakirawan BMKG Karangploso Malang Linda Fitrotul menjelaskan, sebaran abu vulkanis sekarang masih di Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sebaran itu dipengaruhi kondisi angin.
”Belum ada indikasi sebaran abu yang mengarah dan berdampak langsung terhadap Malang Raya,” tutur Linda. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondisi kesehatan. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo