MALANG KOTA –RADAR MALANG-Budaya tanggap bencana terus ditingkatkan di Bumi Arema. Salah satunya di SMK Negeri 7 Kota Malang, kemarin (8/9). Sebanyak 1.080 siswa dari sekolah tersebut mengikuti sosialisasi bertema satuan pendidikan aman bencana.
Sosialisasi berlangsung sekitar pukul 11.30. Diikuti oleh siswa-siswi dari kelas 11 sampai kelas 12. Mereka mendapat sosialisasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat ada situasi darurat.
Kepala SMKN 7 Kota Malang Suprijana mengatakan, para siswa juga diajak melakukan simulasi menuju titik kumpul seperti lapangan. Hal itu sebagai antisipasi saat terjadi gempa bumi.
Selain terkait gempa, ada sosialisasi terkait mitigasi saat terjadi gunung meletus dan banjir. ”Kalau banjir saya rasa jarang ya. Tapi, kalau potensi terjadinya gempa atau gunung meletus bisa terjadi sewaktu-waktu,” ucap Suprijana.
Sosialisasi itu juga dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Menurut orang nomor satu di Pemkot Malang itu, sosialisasi yang dilakukan sebagai antisipasi saat terjadi bencana. ”Dalam sosialisasi tersebut ada beberapa tahapan. Mulai evakuasi hingga jalur evakuasi,” kata dia.
Wahyu berharap, sosialisasi tidak berhenti pada SMKN 7 Kota Malang saja. Namun informasi sosialisasi bisa didistribusikan ke masyarakat luas. Dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang Heru Mulyono menjelaskan, sosialisasi tidak berhenti di SMKN 7 Kota Malang. Dia menyebut, sosialisasi yang merupakan bagian dari usulan saat musrenbang pada tahun 2025.
”Berdasar musrenbang, ada 43 satuan pendidikan yang diusulkan untuk mendapat sosialisasi,” tutur Heru. Meliputi satuan pendidikan PAUD sampai jenjang tinggi seperti SMA se-derajat.
Selain sosialisasi, sekolah juga dibimbing untuk membentuk satgas. Dalam satgas ada siswa hingga tenaga kependidikan. Setelah satgas terbentuk, baru disusun rencana. Salah satunya menentukan titik evakuasi di sekolah.
Heru menambahkan, rencana mitigasi setiap sekolah berbeda-beda. Hal itu bergantung kondisi dan lokasi sekolah. Ada sekolah yang rawan banjir hingga kebakaran. (mel/gp)
Editor : Galih R Prasetyo