Tiap Tahun Rata-Rata Ada 10 Laporan Percobaan Bunuh Diri di Kota Malang

Nabila Amelia • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:03 WIB
Ilustrasi bunuh diri (Rahardian Bagaskara/Radar Malang)
Ilustrasi bunuh diri (Rahardian Bagaskara/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tanggal 10 September rutin diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day.

Peringatan itu ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa bunuh diri dapat dicegah. Juga diplot untuk memberikan dukungan terhadap individu yang mengalami masalah kesehatan mental.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, setiap tahun ada sekitar 10 laporan. Baik percobaan bunuh diri maupun bunuh diri yang tidak berhasil diselamatkan.

Beberapa lintas sektor seperti Polresta Malang Kota, PMI Kota Malang, hingga UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang turut menerima laporan. 

Contohnya kasus percobaan bunuh diri yang berlangsung tahun 2026. Kasus pertama terjadi pada 25 Maret. Saat itu ada seorang pria berinisial SF yang hendak mengakhiri hidup di Jembatan Soekarno-Hatta. Namun percobaan bunuh diri itu bisa digagalkan kepolisian yang sedang bersiaga untuk operasi ketupat Semeru.

Ada juga percobaan bunuh diri di Jembatan Ranugrari pada 10 Agustus lalu. Korbannya adalah seorang perempuan yang sedang mengalami depresi. Namun, ada pula yang tidak berhasil diselamatkan. Seperti kejadian bunuh diri pada 2 Februari. 

Korbannya adalah pelajar asal Pontianak yang berinisial ESR. Selain itu pada 25 Maret lalu ada seorang mahasiswa berinisial CLS yang diduga jatuh dari lantai 11 di salah satu apartemen di Kota Malang.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengungkapkan, pihaknya kerap menerima laporan bunuh diri. 

Baik yang masih berupa percobaan maupun yang tidak terselamatkan. ”Saat melakukan penyelamatan, kami mendapat sejumlah cerita dari korban. Penyebabnya ada berbagai macam faktor. Salah satunya masalah keluarga,” kata Pandu.

Permasalahan yang dialami itu umumnya tidak menemui jalan keluar. Pandu melanjutkan, jika mendapat laporan, pihaknya memiliki kewenangan untuk menyerahkan korban ke pihak kepolisian.

Selebihnya cenderung mengarah kepada upaya penyelamatan. Terutama di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Salah satunya seperti yang terjadi di Jembatan Ranugrati.

”Karena perlu peralatan khusus. Misal ada di ketinggian, maka perlu vertical rescue,” terang Pandu. Namun jika lokasi dapat dijangkau, biasanya evakuasi ditangani langsung oleh para petugas di lapangan. (mel/by)

 

 

Editor : Bayu Mulya Putra
bunuh diri kota malang hari pencegahan bunuh diri World Suicide Prevention Day Kasus bunuh diri bunuh diri