RSSA Malang Pastikan Pemindahan Pasien BPJS akibat Kebakaran Tak Pengaruhi Biaya

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:00 WIB
PASTIKAN PASIEN AMAN: Petugas Damkar Kota Malang memeriksa bangunan di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang yang terdampak kebakaran, kemarin. (Polresta Malang Kota For Radar Malang)
PASTIKAN PASIEN AMAN: Petugas Damkar Kota Malang memeriksa bangunan di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang yang terdampak kebakaran, kemarin. (Polresta Malang Kota For Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Upaya penanganan pasca-kebakaran terus dilakukan manajemen RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pihak rumah sakit juga menjamin pemindahan pasien, terutama pasien BPJS, tidak memengaruhi pembiayaan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Ruang Instalasi Gizi RSSA pada Rabu sore (9/9). Kebakaran itu berdampak ke area lain. Seperti ruang laundry, ruang rawat inap khusus anak, dan ruang rawat inap khusus ibu/wanita. 

Akibat kebakaran yang terjadi, ada peralatan-peralatan yang terbakar. Selain itu, puluhan pasien harus dievakuasi ke lokasi yang aman. Termasuk pasien BPJS Kesehatan.

Ketua Tim Kerja Sub Substansi Hukum, Humas, Pemasaran, dan Ketertiban RSSA Muhammad Syamsul Bakhri mengatakan, yang dipindahkan adalah puluhan pasien anak. 

Mereka dipindahkan untuk sementara waktu ke lantai dua Grand Paviliun. ”Pemindahan itu tidak akan berpengaruh terhadap pembiayaan pasien BPJS Kesehatan. Karena sifatnya kan force majeure,” kata Syamsul. Dia menambahkan, pemindahan itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan tanggung jawab kepada para pasien yang terdampak.

Senada dengan Syamsul, Kepala Instalasi Rawat Inap Anak RSSA Dr dr Astrid Kristina Kardani SpA SubspNefro(K) MBiomed memastikan pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Pemindahan para pasien pun tidak berpengaruh terhadap pembiayaan BPJS Kesehatan.

Astrid melanjutkan, setelah ditotal ada 52 pasien anak yang dipindahkan. Terdiri dari 19 pasien anak dari Ruang Kelimutu, 11 pasien anak dari HCU Sarangan, dan 22 pasien dari Ruang Tondano.

Untuk seluruh pasien anak dari Ruang Kelimutu dan Ruang Tondano dipindahkan sementara ke Grand Paviliun. Sementara pasien HCU Sarangan ada yang ditempatkan di HCU Grand Paviliun. Sebagian lagi ditempatkan di HCU Ruang Brantas. Semua disesuaikan dengan kebutuhan pemantauan maupun tingkat perawatannya.

”Untuk para pasien dari HCU ini yang membutuhkan terapi oksigen. Karena itu mereka dipindahkan ke HCU lain,”0 terang Astrid. Pada dasarnya, dia memastikan bahwa para pasien anak yang dipindahkan dalam kondisi stabil. 

Astrid menyebut, kondisi ruang rawat inap khusus anak yang sebelumnya terdampak asap, kini sudah normal. Karena itu pada Jumat pagi (11/9) mereka akan dipindahkan kembali dari Grand Paviliun ke lokasi semula.

Kepala Instalasi Pelayanan Utama Grand Paviliun RSSA dr Herwindo Pudjo Brahmantyo SpPD-KHOM menambahkan, pemindahan para pasien anak untuk sementara waktu dilakukan karena kondisi Grand Paviliun yang memiliki kapasitas besar. Selain itu, fasilitas yang ada di sana juga lebih lengkap.

Dia memastikan bahwa pemindahan itu tidak memengaruhi pemberian layanan terhadap pasien-pasien di Grand Paviliun. ”Sudah kami sosialisasikan dan para pasien menerima,” tutur Herwindo. Mobilisasi seluruh pasien pun berjalan lancar.

Ditanya terkait kondisi para pasien anak yang dipindahkan ke Grand Paviliun, Herwindo memastikan tidak ada masalah. Mereka merasa nyaman dengan fasilitas yang tersedia. ”Kondisi mereka sekarang baik dan siap pulang,” terangnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan identifikasi terkait penyebab kebakaran di RSSA. Lukman menyebut, pasca-kebakaran ditemukan alat berupa blower atau exhaust.

Exhaust terpasang di atap instalasi. Alat tersebut overheat sehingga membuat api menumpuk dan menimbulkan kebakaran,” papar Lukman. Kebakaran kemudian menyebar. Namun tidak ada korban luka maupun korban jiwa saat kejadian. (mel/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
kebakaran RSSA pasien rssa dipindahkan malang hari ini rssa malang