MALANG RAYA, RADAR MALANG - Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya segera mengaspal. Itu setelah rute fixed-nya sudah ditentukan.
Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Cito Eko Yuly Saputro mengatakan, bus bakal melalui Terminal Hamid Arjosari di Kota Malang sampai Terminal Talangagung di Kabupaten Malang.
”Jika ditotal, jarak tempuh dari Terminal Arjosari sampai Terminal Talangagung mencapai 49 kilometer. Sementara untuk headway atau jam perjalanan selama 1 jam 50 menit,” sebut Cito. Dia menyebut bahwa rute yang ditentukan itu melihat multiplier effect.
Antara lain supply dan demand dari kawasan-kawasan yang dilintasi. Aspek sosial juga diperhatikan.
Baik aspek sosial untuk pengguna maupun sopir trayek angkutan yang nanti bersinggungan dengan Bus Trans Jatim.
Cito menyebut, sebelum rute ditentukan, sempat muncul dua opsi rute di Kota Malang. Yakni lewat Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dan Jalan Sulfat.
Namun, pihaknya memilih Jalan Sulfat karena trayek angkot yang bersinggungan dengan Trans Jatim lebih sedikit dibanding di kawasan Soehat.
”Karena kami ini pemerintah, maka harus menjadi penetralisir. Jangan malah merugikan dari sisi masyarakat,” tegas Cito.
Dengan demikian, pihaknya akhirnya memilih rute Terminal Arjosari sampai Terminal Talangagung. Rute yang dilewati juga memasuki beberapa terminal.
Mulai dari Terminal Arjosari, Terminal Madyopuro, Terminal Hamid Rusdi, Terminal Gondanglegi, dan Terminal Talangagung. Karena itu, pemerintah daerah nanti diharapkan bisa mempersiapkan fasilitas di terminal untuk mendukung operasional koridor dua.
Misalnya saja Terminal Arjosari. ”Nantinya, bus masuk di Terminal Tipe C Arjosari. Harapannya bisa membangkitkan UMKM dan masyarakat di sana,” sambung Cito. Penyiapan fasilitas di terminal itu disesuaikan dengan kewenangan beberapa pihak.
Terminal tipe C menjadi wewenang pemerintah kota. Terminal tipe B menjadi kewenangan Dishub Jatim. Sementara terminal tipe A adalah kewenangan Kementerian Perhubungan RI.
”Untuk Terminal Tipe C Arjosari kewenangan penyiapan fasilitasnya dilakukan Dishub Kota Malang,” imbuh Cito.
Selain rute dan terminal, dishub juga sedang mempersiapkan titik henti. Beberapa waktu lalu, titik henti yang sudah dipersiapkan dari Kabupaten Malang.
Jumlahnya mencapai 40 titik henti. Sementara titik henti di Kota Malang belum dipersiapkan karena Dishub Jatim masih menunggu usulan dari Dishub Kota Malang.
Cito mengaku bakal menggelar pertemuan dengan Dishub Kota Malang untuk membahas titik henti itu.
Dalam pertemuan itu, pihaknya juga akan membahas kebutuhan pendukung lain seperti Sumber Daya Manusia (SDM). ”Salah satunya sopir. Paguyuban angkutan meminta sopir nanti dari mereka,” imbuh dia. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra