MALANG RAYA, RADAR MALANG - Selain rute untuk Bus Trans Jatim Koridor II, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim terus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya yakni angkutan pengumpan (feeder). Rencananya, Dishub Jatim akan memfasilitasi 12 feeder di Kota Malang.
Fasilitasi feeder merupakan stimulan yang diberikan Pemprov Jatim untuk mendukung kelangsungan operasional Bus Trans Jatim.
Semula, rencananya ada 10 sampai 15 feeder yang akan disediakan. Kemudian, Dishub Provinsi Jatim berkoordinasi bersama Dishub Kota Malang.
Pertimbangan biaya jadi alasan menyusutnya jumlah feeder. ”Akhirnya sepakat yang difasilitasi sebanyak 12 feeder,” kata Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim Cito Eko Yuly Saputro.
Menurut Cito, feeder yang difasilitasi seluruhnya merupakan armada baru. Sebelumnya, sempat ada informasi bahwa Dishub Kota Malang akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sebagian armada baru. Sisanya menggunakan armada eksisting atau yang sudah ada.
Namun karena pertimbangan keamanan dan kenyamanan, maka feeder yang akan disediakan seluruhnya baru. Kendaraan yang akan digunakan berjenis mikrobus. ”Nanti setiap feeder bisa mengangkut enam sampai delapan orang,” tambah dia.
Karena baru, anggaran yang digelontorkan tidak sedikit. Jika ditotal di kisaran Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar untuk operasional 12 feeder.
Anggaran yang digelontorkan itu mampu mengakomodasi biaya operasional kendaraan (BOK) selama 12 bulan.
Selanjutnya, operasional akan ditanggung secara mandiri oleh Pemkot Malang. Kendati demikian, Cito menyebut bahwa pihaknya belum menentukan rute-rute yang akan dilalui feeder.
”Nanti feeder mengaspal sesuai arahan dari Dishub Kota Malang. Karena yang tahu rute mana saja yang belum dilalui angkot kan mereka,” sebutnya.
Ditanya terkait jadwal operasional feeder, Cito berharap bisa bersamaan dengan mengaspalnya Bus Trans Jatim Koridor II. Bus sendiri masih direncanakan beroperasi pada Oktober mendatang.
”Karena Trans Jatim adalah program prioritas pemkot, sehingga (feeder) harus terlaksana tahun ini,” tegasnya.
Pihaknya berharap nanti tidak ada yang keberatan lagi. Termasuk untuk pengadaan feeder. Namun dishub mengembalikan lagi pengadaan feeder ke Kota Malang.
Terutama pemkot dan paguyuban angkot. ”Feeder ini nanti dikelola teman-teman angkot sendiri lewat badan hukum (koperasi, red),” tutur Cito. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra