Dishub Kota Malang Bakal Siapkan Rute untuk Kendaraan Feeder Bus Trans Jatim

Nabila Amelia • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:09 WIB
SIAPKAN RUTE FEEDER: Salah satu armada Bus Trans Jatim melintas di Jalan Trunojoyo. Pembahasan rute feeder atau angkutan pengumpan mulai berjalan. (Darmono/Radar Malang)
SIAPKAN RUTE FEEDER: Salah satu armada Bus Trans Jatim melintas di Jalan Trunojoyo. Pembahasan rute feeder atau angkutan pengumpan mulai berjalan. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Terpisah, Kepala Dishub Kota Malang R Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya belum tahu terkait jumlah pasti feeder dari Provinsi Jatim. Namun pada prinsipnya, pemkot masih menyelesaikan kesepakatan hand over.

”Yang dimaksud hand over ini nanti kan operasional feeder beralih ke pemkot. Anggaran tahun berikutnya pakai APBD Kota Malang, sehingga perlu kami siapkan,” kata Jaya. Namun untuk besarannya masih dihitung.

Selain itu, dia juga menyebut bahwa rute feeder masih akan disusun. Rutenya merupakan pengembangan dari angkutan pelajar. Karena rute angkot pelajar yang sekarang masih mengacu pada rute untuk Bus Halokes. 

Di tempat lain, Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono menuturkan, skema feeder itu bakal berbeda dengan angkutan pelajar. Feeder bakal menggunakan armada atau kendaraan yang baru. 

Sementara itu, seperti diketahui, angkutan pelajar memanfaatkan angkot eksisting. ”Dari pembicaraan terakhir, ada 12 armada feeder yang beroperasi. Itu juga sudah ditawarkan kepada teman-teman jalur angkot,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Ipung itu mengatakan, untuk pengadaan kendaraan dan operasional tahun pertama, seluruhnya menggunakan APBD provinsi.

Sedangkan operasional tahun kedua ditanggung APBD Kota Malang. ”Maka dari itu perlu kesanggupan Pemkot Malang melanjutkan program feeder,” ucap dia. 

Ipung berharap feeder bisa segera berjalan tahun ini. Bersamaan dengan operasional Bus Trans Jatim koridor dua. Dia berharap pemkot tidak sampai mengulang apa yang dilakukan untuk program angkutan pelajar.

”Angkutan pelajar baru terealisasi Agustus 2026. Padahal koridor satu Trans Jatim sudah ada sejak Oktober 2025,” terangnya.

Ipung menuturkan, jika janji feeder ditunda seperti angkutan pelajar, itu bisa membawa risiko untuk operasional Trans Jatim koridor dua. 

Dari sebelumnya angkot mendukung penuh koridor dua, mereka bisa saja menolak moda transportasi tersebut. Sebab, janji pemerintah daerah tidak langsung ditepati. ”Karena angkot ini pikiran banyak orang. Kadang masih ada yang menolak dan ada yang mendukung,” tuturnya. (mel/adk/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
feeder trans jatim trans jatim koridor dua dishub jatim Dishub Kota Malang bus Trans Jatim