MALANG – Lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan prospek bisnis kost. Investor tidak cukup melihat kawasan yang ramai, tetapi juga perlu mempertimbangkan akses, target penyewa, harga properti, hingga biaya operasional.
Di Malang, kebutuhan hunian sewa didukung keberadaan berbagai perguruan tinggi, pusat perkantoran, perdagangan, fasilitas kesehatan, dan transportasi.
Kawasan yang dekat kampus memang banyak diminati. Namun, jarak bukan satu-satunya pertimbangan. Kondisi jalan, akses kendaraan, keamanan, fasilitas umum, dan waktu tempuh juga perlu diperhatikan.
Sejumlah kawasan yang dinilai potensial untuk bisnis kost antara lain:
1. Jalan Soekarno-Hatta
Menjadi pusat aktivitas mahasiswa dan profesional muda dengan akses ke kampus, pusat kuliner, perbelanjaan, dan fasilitas umum.
2.Sigura-Gura-Sumbersari
Memiliki akses menuju sejumlah perguruan tinggi, seperti UB, UM, UIN Malang, UMM, dan ITN.
3. Sekitar Universitas Brawijaya
Permintaan hunian mahasiswa cukup kuat karena lokasi dekat kampus memudahkan mobilitas. Kawasan Dewandaru dan Jalan Bunga-Bunga menjadi salah satu pilihan.
4. Merjosari
Berkembang sebagai kawasan hunian mahasiswa dengan akses menuju UB, UM, UIN Malang, dan Politeknik Negeri Malang.
5. Dau
Kawasan penyangga Kota Malang yang memiliki akses menuju sejumlah fasilitas pendidikan dan umum, terutama untuk pasar kost segmen menengah.
6. Lowokwaru
Salah satu kawasan padat mahasiswa dengan pilihan kost dari segmen terjangkau hingga premium.
7. Klojen
Tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga pekerja dan profesional muda karena dekat pusat perkantoran, Kayutangan, kuliner, dan fasilitas publik.
Perhitungkan Potensi Investasi
Selain lokasi, investor perlu menghitung harga properti, biaya renovasi, perabot, pajak, pemeliharaan, hingga pengelolaan. Potensi pendapatan juga harus disesuaikan dengan tingkat hunian yang realistis.
Sales Tomoland, Satria, mengatakan lokasi strategis harus diikuti dengan analisis pasar.
“Lokasi yang dekat kampus, pusat perkantoran, rumah sakit, dan memiliki akses transportasi yang baik cenderung memiliki pasar sewa yang lebih jelas. Namun, investor juga perlu melihat tingkat persaingan, harga sewa, keamanan, serta fasilitas di sekitarnya,” ujar Satria.
Menurutnya, investor perlu membandingkan harga beli, potensi pendapatan, tingkat okupansi, dan biaya pengelolaan sebelum mengambil keputusan.
Sementara itu, Bu Arin (45), calon investor kost, menilai kemudahan akses menjadi pertimbangan penting.
“Lokasi yang dekat dengan aktivitas calon penghuni akan lebih menarik. Tetapi sebelum membeli, tetap harus menghitung harga properti dan potensi sewanya agar investasinya masuk akal,” tuturnya.
Calon investor dapat berkonsultasi dengan tim Tomoland terkait pilihan lokasi dan peluang bisnis kost di Malang melalui 0821-4212-5500. (aw)
Editor : Indra Andi