MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menerangkan, proses pemindahan pedagang di Pasar Gadang dibagi dalam dua tahap karena mengikuti proses pembangunan tempat relokasi.
Bangunan relokasi sisi timur selesai bulan April lalu. Saat itu ada sekitar 900 pedagang telah menempati titik relokasi empat bulan lalu. Saat ini tersisa 104 pedagang yang belum pindah setelah pembangunan tempat relokasi di sisi barat rampung.
Menurut Eko, dari 104 pedagang itu, mayoritas merupakan pracangan. Kebutuhan pedagang pracangan memang berbeda dengan pedagang lainnya. Mereka harus menyiapkan tempat penyimpanan sekaligus penataan beberapa komoditas.
Seperti beras, minyak, dan gula. ”Sebenarnya lapak di depan sudah kosong, belum bisa dipindah karena tempat di dalam (relokasi) masih dibangun,” terang Eko.
Sesuai kesepakatan dengan pedagang, pembongkaran bakal dilakukan secara mandiri. Itu sudah dibuktikan pada pembongkaran April lalu. Seluruh pedagang menaati tenggat waktu yang disepakati bersama pemkot.
Koordinator Pedagang Buah Pasar Induk Gadang Abdul Qodir menuturkan, seluruh pedagang telah sepakat dengan pembongkaran tanggal 15 September. Dia mengatakan, pedagang yang masih berada di lapak tinggal hitungan jari. Sehingga paguyuban optimistis pembongkaran sesuai waktu yang ditentukan.
”Istilahnya pedagang itu mencari hari yang baik, diputuskan tanggal 15 September,” tuturnya. Qodir memastikan setelah tanggal 15 tidak ada lagi lapak yang masih berdiri di pinggir jalan.
Untuk tahap selanjutnya, mereka menyerahkannya ke Pemkot Malang. ”Kami hanya membongkar lapak yang sebelumnya ditempati selama beberapa tahun. Untuk meratakan jalan, nanti dilakukan Pemkot Malang,” pungkas Qodir. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra