MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pengadaan becak listrik untuk Kota Malang sudah dilakukan sejak Januari 2026 lalu. Meski sudah mengaspal, operasionalnya dirasa belum maksimal.
Menindaklanjuti hal itu, pemkot berencana melakukan pendataan ulang terhadap pengemudi yang menerima becak listrik.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, dari yang didengar pihaknya, ada 200 pengemudi yang menerima becak listrik.
”Nah saya ingin undang ketua paguyubannya untuk mendata apakah jumlahnya masih sama atau tidak,” kata dia.
Arif melanjutkan, para pengemudi becak listrik yang masih ada bakal digandeng untuk berkolaborasi dengan sektor perhotelan.
Tujuannya agar sarana transportasi itu terintegrasi dengan para wisatawan. ”Misalnya dengan The Shalimar, Hotel Tugu, dan hotel-hotel lainnya. Pada dasarnya sektor perhotelan siap,” imbuh Arif.
Lebih lanjut, keberadaan moda transportasi itu juga bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan. Selain itu lama menginap di hotel.
”Saya sampaikan agar sektor wisata berjalan, hotel, tranportasi, dan kuliner juga ikut jalan,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Dengan demikian, bisa tercipta multiplier effect. Tidak saja terhadap pariwisata, namun juga ekonomi dan kunjungan ke Kota Malang.
Menurut Arif, target kunjungan wisata tahun 2026 ini berada di angka 3 juta orang. Sementara lama tinggal di angka 1,3 hari. Pihaknya ingin meningkatkan lama tinggal menjadi 2 hari. ”Artinya menginap 3 hari 2 malam,” tegasnya.
Untuk menggaet wisatawan, ada usulan event yang masuk ke pihaknya. Jika menggunakan becak listrik, disebut becak racing atau becak freestyle. Arif berharap event atraksi itu bisa berlangsung pada 2027 mendatang.
Ke depan, jika sudah terdata semua, pihaknya akan mengumpulkan para pengemudi becak listrik. ”Lalu akan kami bina lagi,” pungkas Arif. Dalam pertemuan itu juga bakal disosialisasikan program-program pemkot. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra