MALANG RAYA, RADAR MALANG - Produk beras premium dilaporkan mengalami kelangkaan sebulan terakhir. Harga jualnya juga di atas harga eceran tertinggi (HET). Mendapati laporan itu, Bulog Malang turut bergerak menyalurkan beras premium.
Salah satu yang menjadi sasaran penyaluran beras premium yakni Pasar Bunulrejo. Pemimpin Cabang Perum Bulog Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rahman merinci, ada 10 ton beras yang disalurkan ke Pasar Bunulrejo.
”Sebanyak 10 ton kami dropping untuk tahap pertama,” kata dia, kemarin (18/9). Selain Pasar Bunulrejo, pihaknya juga melakukan dropping ke lokasi-lokasi lain.
Termasuk toko retail modern. ”Jika ditotal untuk Malang Raya, kemungkinan akan kami dropping lebih dari 500 ton,” sambung Nurjuliansyah.
Ratusan ton beras itu, lanjut Nurjuliansyah, merupakan proyeksi penyaluran dari bulan Oktober sampai Desember.
Sebab selama tiga bulan sebelumnya, yakni pada Juli, Agustus, dan September, jumlah yang disalurkan menyentuh 500 ton beras premium.
Nurjuliansyah menjelaskan, beras yang disalurkan merupakan beras jenis premium baru. Beras tersebut dikemas oleh Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Magetan.
Beras premium yang disalurkan dibanderol seharga Rp 14.800 per kilogram ke pedagang. Oleh pedagang bakal dijual seharga Rp 14.900 per kilogram atau sesuai HET.
”Karena pantauan terakhir kami, harga beras premium di kisaran Rp 16.600 per kilogram. Jadi ini untuk meredam kenaikan. Harapannya pedagang menjual sesuai HET,” tegas Nurjuliansyah.
Ditanya terkait penyebab kelangkaan dan kenaikan harga beras premium, Nurjuliansyah menyebut ada banyak faktor. ”Bisa karena fenomena El Nino, hasil panen, hingga harga gabah yang tinggi,” sebut dia.
Kendati demikian, dia menyebut bahwa beras premium hanya alternatif saja. Sementara beras SPHP masih menjadi primadona. Pihaknya pun rutin melakukan penyaluran beras SPHP.
”Sejak Januari sampai sekarang, sudah ada 3.200 ton beras SPHP yang kami salurkan di Malang Raya,” imbuhnya.
Supriyono, salah satu penjual beras di Pasar Bunulrejo mengungkapkan, kelangkaan beras premium menjadi permasalahan utama yang terjadi belakangan. Sementara dari segi harga sebenarnya tidak begitu menjadi masalah.
”Kalau harga tinggi kan memang sudah lama. Cuma belakangan tidak tahu kok produknya tiba-tiba hilang di pasaran,” ucap Supriyono. Padahal, permintaan beras premium di masyarakat cukup tinggi. Bahkan mengungguli penjualan beras medium.
Supriyono menyebut dalam sehari bisa menjual 40-50 sak beras premium per hari. Sementara itu, Anggota Satgas Pangan Kota Malang Ipda Henni Budi Cahyono menegaskan bahwa pihaknya turut serta dalam distribusi bahan pangan di Kota Malang.
Namun sampai sekarang, kondisinya masih terbilang aman. ”Belum kami temukan dugaan penimbunan,” tutur Henni. Kendati demikian, pihaknya mempersilakan melapor jika masyarakat menemukan indikasi penimbunan beras. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra