Tingkat Keterisian Angkot Pelajar di Kota Malang Capai 74 Persen

Nabila Amelia • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 14:03 WIB
JALAN DUA PEKAN: Salah satu angkot pelajar di rute 15 berhenti di depan SMAN 2 Malang, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
JALAN DUA PEKAN: Salah satu angkot pelajar di rute 15 berhenti di depan SMAN 2 Malang, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Operasional angkot pelajar sudah berjalan selama dua pekan. Animo para pelajar dalam menggunakan angkot untuk berangkat ke sekolah pun terbilang tinggi.

Itu tampak dari load factor atau tingkat keterisian angkot selama hari sekolah. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menjelaskan, secara global okupansi angkot pelajar sampai 11 September menyentuh 74 persen.

”Artinya jika satu angkot memiliki kapasitas maksimal untuk 10 siswa, rata-rata yang terangkut sekitar 7 siswa,” jelas dia.

Jaya melanjutkan, bahkan ada angkot-angkot yang tingkat keterisiannya 100 persen. Tepatnya yang mengaspal di rute 1. Kemudian disusul angkot-angkot di rute 10 dan rute 12.

”Rute lain yang ramai adalah rute 5, rute 6, dan rute 15,” sebut Jaya. Sementara untuk load factor rute-rute lainnya masih di bawah 70 persen.

Meski begitu Jaya tidak mempermasalahkannya. Menurut dia, yang terpenting adalah mulai membangun kebiasaan untuk menggunakan transportasi publik.

Sebab jika kebiasaan itu sudah diterapkan secara luas akan membantu mengurangi penggunaan transportasi pribadi dan mengurai kemacetan.

Pihaknya tetap berupaya mengevaluasi dan memperbaiki program angkot pelajar. Terlebih lagi belum semua angkot beroperasi.

Dengan anggaran senilai Rp 1,9 miliar, angkot yang beroperasi ditargetkan sebanyak 96 armada. Namun saat ini yang mengaspal baru 66 armada. 

”Penyebabnya beragam, terutama dari kelengkapan administrasi. Ada yang KPS hingga STNK-nya masih mati,” sebut Jaya.

Kemudian ada yang memilih bertahan untuk beroperasi sebagai angkot di trayek seperti biasa dan tidak terlibat dalam program angkot pelajar. Pihaknya pun tidak memaksa. 

”Karena mungkin pendapatannya sudah besar saat mengaspal di trayeknya. Misalnya saja beberapa sopir dari trayek AMG,” sambung pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Secara bertahap, angkot yang belum beroperasi akan dioperasikan. Rencananya, operasional angkot-angkot yang tersisa berlangsung dalam kontrak kedua pada 2027 mendatang. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
malang hari ini Dishub Kota Malang Kota Malang angkot pelajar