MALANG KOTA, RADAR MALANG – Meski sudah berjalan dua pekan, ada satu rute angkot pelajar yang belum beroperasi sampai saat ini. Yakni rute 8.
Rute itu melintasi SMPN 24 Kota Malang - Jalan Gang Makam - Jalan Simpang Laksda Adi Sucipto - SDN Pandanwangi 4 - Jalan Simpang Sulfat Utara - SDN Pandanwangi 2 - Jalan Terusan Sulfat - Jalan Wisnuwardhana - SDN Madyopuro 1 - SDN Madyopuro 4 - Jalan Madyopuro - Jalan Perdana Kusuma - Jalan Eltari - Jalan Palmerah dan berakhir di SMPN 22 Kota Malang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang R Widjaja Saleh Putra menjelaskan, rute 8 bersinggungan dengan rute 7. Karena bersinggungan, jalur itu akan dievaluasi kembali.
Di samping itu, rute angkot pelajar memang masih mengacu pada rute Bus Halokes. ”Rencananya akan dijadikan satu,” terangnya. Selain menggabungkan rute-rute yang bersinggungan, dishub juga berancang-ancang menambah dua rute baru.
Pihaknya menyasar rute yang sebelumnya belum dilintasi angkot. ”Misalnya saja yang mengarah ke Puncak Buring. Ada masyarakat di sana yang anak-anaknya sekolah di bawah. Satu lagi di kawasan Cemorokandang,” tegas Jaya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi sementara dengan dishub. Dia pun membenarkan masih ada sekolah-sekolah yang belum terlayani.
Namun karena berlaku untuk pelajar, maka layanannya harus proporsional. ”Pada prinsipnya semua pelajar harus mendapatkan haknya. Perkara kemudian ada perubahan atau penyesuaian, teman-teman dishub yang paham,” ucap Dito.
Di samping itu, kondisi angkutan juga menjadi dipertimbangkan. Armada yang disediakan harus bagus dan layak.
Dito menambahkan, masih ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 500 juta dari total anggaran angkot pelajar senilai Rp 1,9 miliar. Namun dia melihat kondisi itu wajar karena baru diterapkan pertama kali di Kota Malang.
”Tahun depan, tetap dianggarkan lagi senilai Rp 1,9 miliar,” imbuh Dito. Dito menegaskan, program angkot pelajar tetap harus dikawal dan dievaluasi. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra