Ingin Penuhi Target, Dinkes Malang Ubah Strategi Pelayanan Cek Kesehatan Gratis

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:50 WIB
Proses pengecekan gula darah. Sumber: Pemkot Malang.
Proses pengecekan gula darah. Sumber: Pemkot Malang.

MALANG, RADAR MALANG - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih belum memenuhi target. Capaian program itu berada di angka 36 persen hingga Agustus 2026. Itu artinya, kurang 10 persen dari target. Pemerintah pusat menargetkan capaian CKG di angka 46 persen. Angka itu harus terpenuhi pada akhir tahun atau Desember 2026.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif menuturkan, untuk mencapai target pihaknya mengubah strategi dengan memperkuat pelayanan jemput bola. Rendahnya animo mendatangi fasilitas kesehatan (faskes), menjadi salah satu alasan dinkes mengubah pendekatan kepada masyarakat.

Saat ini, pelaksanaan CKG menggunakan dua skema. Pertama pelayanan di dalam gedung atau faskes. Kedua pelayanan di luar gedung dengan menyasar komunitas dan Posyandu. Salah satu pelaksanaan CKG berbasis komunitas dilakukan di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Kautsar.

Baca Juga: Cegah Gigi Berlubang, FKG UB Berkolaborasi dengan Dinkes Kabupaten Malang Hadirkan Edukasi Seru di SD

Pola tersebut dinilai lebih efektif untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan kesibukan. ”Capaian 36 persen hingga Agustus masih harus digenjot. Pemerintah pusat menargetkan capaian CKG 46 persen selama 2026,” jelasnya.

Melihat capaian sementara, Husnul optimistis bisa melampaui target pemerintah pusat. Pemkot meyakini capaian CKG mampu menyentuh 50 persen pada Desember. Atau sekitar 400 ribu orang.

Layanan CKG diberikan berdasar kelompok usia. Sasaran program mencakup bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia. Pemeriksaan meliputi tekanan darah serta pemeriksaan penunjang sesuai kondisi pasien. ”Contohnya kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat,” terang Husnul.

Dia menambahkan, pemkot telah melakukan sosialisasi program sejak awal tahun. Koordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga dilakukan untuk memperluas informasi kepada masyarakat. Namun, sosialisasi ternyata belum cukup untuk mendongkrak partisipasi.

”Karena sosialisasi belum cukup, akhirnya kami mendatangi komunitas maupun pihak eksternal. Sekaligus memberikan informasi program ini akan berlanjut pada 2027,” tandasnya. 

Baca Juga: Telusuri Penularan Tuberkulosis, Dinkes Kabupaten Malang Skrining 12 Ribu Warga Berisiko

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi mengatakan, layanan jemput bola lebih efektif. Karena tidak semua masyarakat bisa meluangkan waktu ke puskesmas. Dengan alasan jarak atau waktu.

 Saat memungkinkan ke depan, CKG diusulkan bisa melayani secara door to door kepada masyarakat. Sehingga capaian nya bisa lebih luas. ”Karena program ini un tuk kebaikan masyarakat juga. Sebagai langkah deteksi dini,” tegasnya.

 

 

Editor : Aditya Novrian
Target CKG Tes Gula Darah dinkes kota malang cek kesehatan gratis